Pria di Utah Ditangkap Setelah Menikam Pria Muslim Berulang Kali dan Mengaku Sengaja Membunuh karena Agama

0
Utah
Ilustrasi garis polisi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, WEST VALLEY CITYSuasana sore yang tenang di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin lalu. Seorang pria Muslim yang tengah bekerja di salah satu kios pusat perbelanjaan tersebut menjadi korban penikaman brutal secara berulang kali.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dirilis pihak kepolisian pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat, aksi keji ini dikonfirmasi sebagai kejahatan bermotif kebencian. Pelaku secara terbuka mengakui kepada penyidik bahwa ia sengaja mengincar korban karena keyakinan agama yang dipeluknya.

Pelaku diidentifikasi bernama Peter Michael Larsen (48). Dokumen penahanan polisi mengungkapkan kengerian di balik isi kepala Larsen yang dinilai sebagai ancaman ekstrem bagi publik.

“Ia menargetkan korban dengan niat membunuhnya karena agamanya (Muslim),” demikian bunyi pernyataan tegas dalam affidavit penahanan polisi, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Saat polisi tiba di lokasi kejadian, mereka menemukan korban bersimbah darah dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya. Nyawa pria tersebut berhasil diselamatkan berkat aksi heroik sejumlah pengunjung mal yang dengan berani langsung bergerak melumpuhkan Larsen di tempat kejadian sebelum aparat tiba.

Baca Juga :  Mantan Idol JKT48 Nabilah Ayu Raih Inspirasi Baru Lewat Kajian dan Pendalaman Agama

Sentimen feature yang memilukan tergambar dari kronologi kejadian. Menurut laporan Salt Lake Tribune yang mengutip Imam Shuaib Din pemimpin Utah Islamic Center yang mendampingi keluarga korban Larsen awalnya mendekati korban dengan sangat tenang dan berpura-pura menjadi pembeli biasa.

Larsen terlebih dahulu menanyakan nama korban, disusul dengan pertanyaan mengenai agamanya. Setelah mendapatkan jawaban, pelaku berpura-pura meminta sebotol air minum. Begitu korban membalikkan badan dengan ramah untuk mengambilkan air tersebut, Larsen langsung menghujamkan senjatanya dan menikam korban berulang kali dari belakang.

Baca Juga :  Mengapa Urusan Agama Menjadi Konsumsi Publik di Indonesia?

Akibat serangan biadab tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Melalui halaman penggalangan dana GoFundMe yang dibuka oleh kerabatnya, diketahui korban menderita hingga 15 luka tusuk dan harus melewati serangkaian operasi besar untuk bertahan hidup.

Di sisi lain, Larsen sempat dirawat di rumah sakit akibat luka-luka yang didapatnya saat dilumpuhkan warga, sebelum akhirnya resmi dijebloskan ke Penjara Salt Lake County. Ia kini menghadapi dakwaan berat atas dugaan percobaan pembunuhan serta kepemilikan dan penggunaan senjata berbahaya yang dilarang.

Polisi menegaskan bahwa selama interogasi, Larsen secara berulang kali menyatakan dirinya memang “berniat membunuh umat Muslim”. Aparat menilai pelaku merupakan ancaman besar bagi masyarakat apabila dibebaskan, mengingat tindakan kekerasannya, ideologi radikal yang dianutnya, serta adanya indikasi rencana aksi dengan korban massal yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Pencarian Puluhan Rohingya Hilang Dilanjutkan di Perairan Malaysia dan Thailand

Tragedi di Utah ini memperpanjang catatan kelam Islamofobia di Amerika Serikat. Kelompok advokasi hak-hak sipil mencatat sentimen anti-Muslim terus merangkak naik dalam dua dekade terakhir pasca-tragedi 11 September 2001, yang diperparah oleh isu supremasi kulit putih dan dampak polarisasi global dari konflik Israel di Gaza.

Rentetan kekerasan mematikan terus membayangi komunitas Muslim AS dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, seorang bocah Muslim berusia enam tahun di Illinois tewas ditikam oleh pemilik kontrakannya.

Sementara pada awal tahun 2026, aksi penembakan massal yang menyasar sebuah masjid di San Diego merenggut lima nyawa, termasuk dua remaja yang menjadi tersangka dalam insiden tersebut. Kasus di Utah kini menjadi alarm keras teranyar mengenai nyata dan dekatnya ancaman kejahatan kebencian ideologis di ruang publik.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com