Nurodin Jaro Peloy Soroti Kondisi SDN Gunung Dahu yang Memprihatinkan, Dinas Pendidikan Dianggap Kurang Responsif

0
Nurodin Jaro Peloy Anggota DPRD Kabupaten Bogor kiri dan Gadung SDN Gunung Dahu di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM- Kondisi SDN Gunung Dahu di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Nurodin Jaro Peloy, yang juga merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan 5 Kabupaten Bogor itu menegaskan komitmennya untuk mendorong perbaikan sekolah tersebut dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang akan dimulai pada minggu pertama November mendatang.

“Bicara soal usulan dan aspirasi, saya akan dorong agar perbaikan sekolah masuk dalam anggaran 2025,” ujarnya saat dihubungi. Selasa (29/10).

Namun, Nurodin menyayangkan bahwa pihak Dinas Pendidikan seharusnya lebih peka terhadap kondisi fasilitas sekolah seperti SDN Gunung Dahu yang sangat membutuhkan perbaikan.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Praktik Pengemasan Minyak Goreng Ilegal dengan Merek Minyakita di Bogor

“Seharusnya Dinas Pendidikan tahu mana saja sekolah yang kondisinya rusak parah, tidak harus menunggu usulan dari kepala sekolah,” katanya.

Nurodin menekankan bahwa sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) seharusnya dapat membantu Dinas Pendidikan menginventarisasi kondisi sekolah di seluruh wilayah Bogor.

Menurutnya, dalam sistem tersebut terdapat data-data terkait sarana dan prasarana sekolah, namun implementasinya dianggap belum maksimal.

“Dapodik itu seharusnya mampu mengidentifikasi mana yang rusak berat, rusak ringan, atau masih dalam kondisi baik, sehingga yang rusak berat segera diperbaiki,” bebernya.

Baca Juga :  Resep Dorayaki Spesial: Cara Simpel Membuat Jajanan Tradisional yang Menggugah Selera

Sebelumnya, diberitakan bahwa SDN Gunung Dahu yang pernah dibangun pada tahun 2012 melalui bantuan PT Antam Pongkor kini mengalami kerusakan parah.

Kepala Sekolah SDN Gunung Dahu, Ujang Mamun, menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah yang semakin lapuk.

“Atap sekolah yang masih menggunakan asbes sudah berlubang di sana-sini dan sering bocor saat hujan. Ini mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan siswa serta guru,” jelasnya.

Selain atap yang rusak, fasilitas lain seperti kursi dan meja belajar di sekolah tersebut juga sudah tidak layak pakai, dan kondisi toilet pun memburuk.

Dengan hanya memiliki enam ruang kelas untuk lebih dari 300 siswa, Ujang mengungkapkan bahwa ruang belajar di sekolahnya jauh dari cukup dan kondisinya tidak ideal.

Baca Juga :  Pesawat Tempur Sukhoi Jatuh di Perbukitan Assam, Dua Pahlawan Udara India Gugur dalam Misi Latihan

Pada awal 2024, pihak sekolah sudah mengusulkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk menambah fasilitas belajar, namun hingga kini belum ada tanggapan yang memuaskan.

“Kami sudah mengusulkan RKB, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya,” keluh Ujang.

Warga dan pihak sekolah berharap agar perhatian pemerintah tidak sekadar wacana. Dengan dukungan dari anggota DPRD seperti Nurodin, mereka berharap Dinas Pendidikan segera bertindak dan mengambil langkah nyata untuk mengatasi kondisi memprihatinkan di SDN Gunung Dahu.***