Hidup Sederhana Isa Bajaj Berbagi Cerita Tentang Kehidupan di Magetan

0
Hidup Sederhana Isa Bajaj Berbagi Cerita Tentang Kehidupan di Magetan

NARASITODAY.COM Isa Wahyu Prastantio, yang lebih dikenal dengan nama Isa Bajaj, kini menjalani kehidupan sederhana di kampung halamannya di Magetan, Jawa Timur. Setelah lama tidak terdengar kabarnya, Isa kini menjalani rutinitas yang sangat berbeda dari dunia hiburan, termasuk berjualan Nasi Tempong.

Belakangan ini, muncul rumor bahwa Isa telah beralih profesi menjadi penjual sayur di pasar. Namun, Isa membantah isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan yang diperlukan untuk warung Nasi Tempong miliknya.

Baca Juga :  Jangan Buang! Inilah 5 Manfaat Kulit Jeruk Kering yang Bisa Meningkatkan Kesehatan

“Sebenarnya aku tidak menjual sayur. Aku pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan warung. Kadang aku mendapatkan stok lebih dari penjual belut atau ikan, jadi jika terlalu banyak di warung, aku jual lagi atau berikan kepada orang lain,” kata Isa saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

“Warungku menyajikan Nasi Tempong khas Banyuwangi. Di sana, sambalnya harus menggunakan tomat rantai, yaitu tomat khusus yang bentuknya mirip belimbing. Awalnya aku mengambilnya dari sana, tetapi jika datang terlambat, tomatnya bisa busuk. Jadi untuk mengantisipasi hal itu, aku menanam sendiri,” tambah Isa.

Baca Juga :  Dewi Perssik Akui Dihujat Netizen Usai Video Hoax soal Pengusiran Irish Bella Beredar

Isa bahkan membuat sambal tempongnya sendiri. Ia merasa bersyukur karena banyak pelanggan yang menyukai hasil racikannya.

“Aku yang membuat sambalnya sendiri dengan cara ngulek manual. Tidak pernah terbayang sebelumnya, dulu sibuk di dunia hiburan, sekarang malah ke pasar, berkebun, dan mengulek sambal. Tapi ternyata aku menikmatinya, dan Alhamdulillah banyak yang suka,” ungkapnya.

Meskipun jauh dari kesibukan kota, Isa merasa lebih tenang menjalani hidup di Magetan. Konsep slow living bersama keluarga tercinta membuatnya lebih bersyukur. Keputusan untuk pindah ke Magetan juga didukung oleh istrinya, terutama saat Isa harus sering bolak-balik Jakarta-Magetan untuk merawat ibunya.

Baca Juga :  Tragis! Dua Bocah Tenggelam di Magetan, Satu Tewas dan Satu Kritis

“Istriku dan anak-anak tidak keberatan. Bahkan, istriku yang menyarankan agar kami pindah ke Magetan supaya aku bisa lebih fokus pada keluarga dan ibuku pada waktu itu,” jelas Isa.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel