NARASITODAY.COM – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, Samsul Hidayat mengungkapkan kawasan puncak di Kabupaten Bogor harus segera dilakukan revolusi total tata ruang, buntut seringnya terjadi bencana alam longsor dan banjir bandang.
Revolusi total itu diungkapkan Samsul Hidayat saat dihubungi Today Group mengenai penyebab bencana banjir bandang dan longsor di kawasan Puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Minggu 2 Maret 2025 malam kemarin.
“Tata ruang puncak harus berlakukan revolusi total terkait perijinan keseluruhan. Ini harus bersih-bersih ini kawasan puncak Bogor, karena korbannya masyarakat.
Karena kita sudah hitung dampak bencananya sangat dahsyat jika terus dilanggar,”kata Samsul Hidayat saat dihubungi Today Group, Senin (3/3/2025).
Anggota legislatif dapil Kabupaten Bogor menyebutkan, penyebab bencana yang terjadi dipuncak bukan hanya disebabkan dengan banyaknya bangunan yang melanggar, akan tetapi dasarnya wilayah tersebut merupakan zona merah.
“Kedua habitatnya puncak ini jalur zona merah dasarnya 30 persen tata ruang sudah tidak bisa.
Seharusnya memang tidak ada pembangunan seperti itu dilakukan di puncak Bogor. Pokoknya Harus bersih,”tegasnya.
Menurutnya, saat ini pelanggaran yang sangat mencolok di kawasan puncak itu adanya wisata baru bernama Hibisc Fantasy dan restoran yang mencolok mata para pengendara.
“Pelanggaran tejadi bukan hanya di wisata Hibisc Fantasy saja tetapi juga diatas juga ada restoran baru yang menurutnya sangat mencolok mata. Ini hal-hal demikian sudah tidak ditoleransi lagi kedepannya, penataan puncak harus melibatkan penegak hukum,”kata dia.
Diketahui saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat ada 423 jiwa di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Cisarua, terdampak bencana banjir akibat luapan Sungai Ciliwung, di Kabupaten Bogor, saat banjir bandang melanda kawasan Puncak, Minggu (2/3/2025).
Secara keseluruhan, BPBD mencatat banjir di Kabupaten Bogor melanda 10 desa dan 8 kecamatan, di antaranya merendam 257 rumah. Sebanyak 260 Kepala Keluarga dan 988 jiwa terdampak. Terdapat dua kepala keluarga dan 8 jiwa mengungsi dan dilaporkan satu korban meninggal dunia.***














