Pemerintah Gelar Pangan Murah di Kantor Pos Seluruh Indonesia Selama Ramadan

0
Pemerintah Gelar Pangan Murah di Kantor Pos Seluruh Indonesia Selama Ramadan

NARASITODAY.COM – Sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadan, pemerintah menggelar program pangan murah yang dapat diakses masyarakat di kantor-kantor Pos seluruh Indonesia.

Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membeli bahan kebutuhan pokok (bapok) dengan harga yang lebih terjangkau, di bawah harga eceran tertinggi (HET). Namun, tak semua kantor Pos menyediakan seluruh komoditas yang dijual dalam program ini, seperti yang terlihat di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur.

Di Kantor Pos Jatinegara, hanya tersedia tiga jenis bahan pokok dari delapan komoditas yang biasanya dijual, yaitu beras, gula, dan minyak. Sementara itu, produk seperti daging sapi, kerbau, atau ayam tidak dapat ditemukan di lokasi ini. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, terutama ketiadaan lemari pendingin di kantor pos tersebut.

Baca Juga :  Bendera Bajak Laut One Piece Mengguncang Perayaan HUT RI

“Kalau di sini kita hanya gula, beras, sama minyak. Sementara beras habis, belum dikirim lagi stoknya,” ujar Edi, Kepala Kantor Pos Jatinegara.

Edi menjelaskan bahwa untuk distribusi pangan murah, Kantor Pos Jatinegara menerima pasokan dari Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta Timur yang terletak di Jalan Pemuda, Kecamatan Pulo Gadung. KCU Pemuda menjadi pusat pengiriman pangan murah dari Bulog, ID Food, serta PT Perkebunan Nusantara III, yang kemudian mendistribusikannya ke kantor-kantor Pos di seluruh wilayah.

Namun, meskipun sudah mengajukan permintaan untuk tambahan stok beras, Edi mengungkapkan bahwa ketersediaan bahan pangan murah di KCU Pemuda juga terbatas. “Beras kemarin saya distok 120 kantong, sudah habis setelah beberapa hari. Minta lagi ke KCU Pemuda, tapi di sana juga tinggal tipis, jadi belum dikirim lagi. Sementara beras kosong, adanya gula sama minyak, minyak juga tinggal dikit,” tuturnya.

Baca Juga :  Rudy Susmanto dan Jaro Ade Fokus pada Investasi SDM dan Pemberantasan Kemiskinan di Kabupaten Bogor

Pembelian Terbatas untuk Setiap KTP

Di tengah keterbatasan stok, Edi juga menjelaskan kebijakan pembatasan pembelian pangan murah. Setiap orang yang datang membeli bahan pokok dengan menggunakan KTP hanya dapat membeli maksimal dua item per hari. Pembelian bahan pokok lainnya hanya dapat dilakukan pada hari berikutnya, dan item yang sama tidak dapat dibeli kembali pada hari yang sama.

“Untuk satu KTP sehari maksimal dua item, satu item maksimal dua. Katakanlah saya bawa satu KTP nih, bisa beli gula sama beras, gula 2 kg beras dua kantong 5 kg jadi 10 kg,” kata Edi menjelaskan.

Pentingnya pembatasan pembelian ini, menurut Edi, adalah untuk menghindari praktik penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang membeli bahan pokok untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memastikan distribusi yang lebih merata ke masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Lebaran Semakin Dekat, THR Belum Terlihat? Ini 5 Cara Cerdas Mengatur Keuangan Agar Tak Membebani Kantong

“Karena biar tidak terjadi penumpukan, nanti pakai KTP yang sama beli lagi, pedagang main. Jadi untuk memblok begitu, sistem dibuat seperti itu, biar masyarakat merata,” tutup Edi.

Meski ada tantangan dalam hal ketersediaan stok, program pangan murah yang digelar di Kantor Pos ini tetap menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan Ramadan.

Pemerintah berupaya agar distribusi pangan murah tetap bisa berjalan lancar dan tepat sasaran, meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas di beberapa lokasi.***