Dari Demo Berbayar Hingga Gaya Kerja ‘Komando’, Inilah Pengakuan Jujur Presiden Prabowo

0
Presiden Prabowo Subianto

NARASITODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membuka suara mengenai sejumlah isu yang tengah menjadi polemik di tanah air. Dalam sebuah diskusi blak-blakan bersama tujuh jurnalis, yang disiarkan melalui YouTube, Prabowo tidak hanya mengungkap pandangannya mengenai penolakan terhadap UU TNI yang baru disahkan oleh DPR, tetapi juga membahas rapor pemerintahannya serta beberapa masalah komunikasi di jajarannya.

  • Tanggapan Terhadap Demo dan Aksi Protes

Prabowo menanggapi dengan bijak fenomena aksi demo yang belakangan sering muncul. Ia mengingatkan pentingnya objektivitas dalam menilai setiap unjuk rasa yang berlangsung.

“Masalah demo adalah biasa. Dalam negara sebesar kita, kan kita sudah sepakat berdemonstrasi, orang berdemo itu dijamin Undang-Undang Dasar. Kalau ada abusive, ya, kita harus investigasi, proses secara hukum kalau abusive. Tapi coba perhatikan secara objektif dan jujur. Apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar. Harus objektif, dong,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa demonstrasi, selama dilaksanakan dengan damai, adalah hak yang dijamin konstitusi. Namun, ia juga menyoroti aksi-aksi yang tidak sesuai dengan tujuan damai, seperti pembakaran ban yang dianggap bukan bagian dari demonstrasi yang seharusnya.

Baca Juga :  Pemerintah Bentuk Badan Industri Mineral untuk Kelola Logam Tanah Jarang

Lebih lanjut, Prabowo menceritakan pengalaman petugas keamanan yang sering kali menghadapi pelecehan saat menjaga aksi demonstrasi. “Kadang-kadang petugas dilempar plastik kencing, kadang-kadang petugas dilempar plastik isinya kotoran manusia. Jadi selalu dalam pengelolaan suatu negara kita waspada apakah ada kelompok-kelompok atau kekuatan-kekuatan asing yang ingin adu domba,” ucapnya.

  • Revisi UU TNI: Fokus pada Usia Pensiun Perwira Tinggi

Prabowo juga memberikan penjelasan terkait dengan revisi UU TNI yang baru disahkan. Ia menilai peraturan tersebut mendesak untuk segera direvisi agar tidak mengganggu stabilitas kepemimpinan TNI.

“RUU TNI dipercepat karena kita mengalami suatu fenomena dalam berapa tahun itu. Panglima TNI satu tahun ganti, KSAD satu tahun ganti, kan usianya habis, waktu dia untuk karirnya begitu mau dipakai usia habis. Gimana kita bisa punya suatu organisasi yang pemimpinnya ganti tiap tahun,” jelasnya.

Prabowo menegaskan bahwa revisi tersebut tidak ada kaitannya dengan upaya untuk mengembalikan dwifungsi TNI, melainkan lebih kepada memperpanjang usia pensiun beberapa perwira tinggi yang dinilai masih mampu memberikan kontribusi maksimal. “Nggak ada niat TNI mau dwifungsi lagi, come on, ya kan,” ujarnya dengan tegas.

  • Menanggapi Kontroversi Hasan Nasbi dan Komunikasi Pemerintahan
Baca Juga :  Microsleep Sopir Jadi Penyebab Mobil Naik Trotoar dan Tabrak Pohon di Bogor

Isu lain yang juga disinggung Prabowo adalah kontroversi yang melibatkan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang sempat membuat pernyataan terkait teror kepala babi ke kantor Tempo.

Prabowo mengakui bahwa pernyataan tersebut teledor dan meminta maaf atas kejadian itu. “Saya ingin jawab ya, benar sekali, saya akui bahwa 150 hari saya sendiri, menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa fokusnya yang besar terhadap pekerjaan dan penyelesaian masalah rakyat membuat komunikasi dengan publik menjadi kurang terjalin dengan baik.

“Saya bukan selalu bela Pak Jokowi, banyak orang yang jelek-jelekin, saya nggak tahu ya, pasti ada orang baik, ada orang yang tidak baik, ada kekurangan, tapi etos ya kita ingin kerja, kita ingin buktikan, kita ingin selesaikan,” tambahnya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa sebagian besar timnya merupakan orang baru di pemerintahan, yang terkadang kurang hati-hati dalam berkomunikasi. “Masalah salah ucap, tim saya kan orang-orang baru dalam pemerintahan, banyak orang baru di pemerintahan. Jadi mungkin kurang waspada, kurang hati-hati dalam mengucap,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Calon Presiden Peru Rafael Belaunde Diberondong Tembakan, Isyarat Bahaya Pemilu

Di akhir wawancara, Prabowo diminta memberikan penilaian atas kinerjanya selama hampir enam bulan memimpin pemerintahan. Tanpa ragu, ia memberikan nilai 6 dari 10. “Anda minta saya kasih nilai untuk diri saya dalam 5 bulan, terus terang saja saya bangga sekarang ini saya kasih nilai diri saya 6,” ujar Prabowo dengan senyum, menambahkan bahwa nilai tersebut sudah cukup memenuhi standar minimal.

Meski demikian, Prabowo mengungkapkan keinginan untuk terus bekerja lebih cepat. Ia mengaku menghadapi banyak tantangan dan tidak jarang menerima kritikan karena gaya kerjanya yang dinilai keras.

“Saya ingin lebih cepat, tapi sekarang aja saya sudah dibilang cowboy kok, sekarang saya dibilang politik komando, ya kan? Kasihan menteri-menteri saya jam 12 malam saya telepon,” kata Prabowo, mengenang bagaimana semangat kerjanya terkadang membuatnya terlihat terlalu mendesak.

Dalam wawancara tersebut, Prabowo menunjukkan sisi yang lebih manusiawi, mengakui kelemahan dalam komunikasi, namun tetap berfokus pada upaya keras untuk menyelesaikan masalah rakyat. Meskipun menghadapi banyak tantangan, ia tetap optimis dan berkomitmen untuk terus bekerja demi kemajuan Indonesia.***