NARASITODAY.COM – Gemuruh suara keprihatinan bergema dari kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Ketua DPRD setempat, Sastra Winara, baru-baru ini menyoroti permasalahan pelik yang menghantui sejumlah wilayah, dengan Kecamatan Cibinong tampil sebagai zona merah pengangguran.
Data yang dirilis oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor tahun 2024 menjadi landasan kekhawatiran tersebut. Cibinong, yang notabene merupakan ibu kota kabupaten, mencatatkan angka pengangguran yang mencengangkan, mencapai 6.518 jiwa.
Ironisnya, kondisi ini diikuti oleh kecamatan-kecamatan lain seperti Jasinga (3.397 orang), Sukaraja (3.176 orang), Cileungsi (3.074 orang), dan Nanggung (2.963 orang), membentuk lanskap suram ketidakberdayaan ekonomi di sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Sastra Winara, dengan nada serius, menilai bahwa tingginya angka pengangguran ini merupakan pekerjaan rumah besar yang mendesak bagi pucuk pimpinan daerah, terutama di awal bahtera kepemimpinan Bupati Bogor yang baru.
“Itu tantangan buat pemerintah, di bulan kedua mudah-mudahan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran,” tegas Sastra pada Senin (28/4/2025), usai menerima laporan terkait kondisi ketenagakerjaan di wilayahnya.
Lebih lanjut, politisi tersebut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Bogor tidak berlama-lama dalam merumuskan solusi konkret untuk menekan angka pengangguran, idealnya sebelum masa 100 hari kerja kepemimpinan baru terlewati.
“Karena Cibinong menurut data pengangguran paling banyak. Tentu ini tantangan buat pemerintah daerah untuk segera cari solusi yang terbaik,” ungkapnya dengan nada menekankan urgensi permasalahan.
“Dan mudah-mudahan sebelum 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, pemerintah daerah sudah punya solusinya,” imbuh Sastra, menyiratkan harapan akan tindakan cepat dan efektif dari eksekutif.
Sastra Winara juga menegaskan bahwa upaya pengentasan pengangguran seharusnya menjadi agenda prioritas utama. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja dan menyerap angkatan kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor secara keseluruhan.
Dengan demikian, sorotan tajam dari Gedung Rakyat ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bergerak dan menghadirkan solusi nyata bagi ribuan warga yang kini berjuang mencari nafkah.***














