Paula Verhoeven Pilih Jalan Kekeluargaan, Hindari Konflik Demi Anak-anak

0
Paula Verhoeven

NARASITODAY.COM – Model Paula Verhoeven memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum atas putusan Pengadilan Tinggi Agama yang menetapkan hak asuh anak-anaknya jatuh ke tangan mantan suaminya, Baim Wong. Keputusan itu disampaikan oleh kuasa hukum Paula, Alvon Kurnia Palma, yang menyebut kliennya tidak mengajukan kasasi demi kebaikan anak-anak.

Paula tidak mengajukan (kasasi) untuk kepentingan anak-anak biar (anak-anak) tidak bingung,” ujar Alvon saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Alvon juga menyatakan bahwa komunikasi antara Paula dan Baim masih berjalan baik, khususnya dalam hal pengasuhan bersama. Ia menekankan bahwa pola pengasuhan tetap bisa dibicarakan secara kekeluargaan meski hak asuh telah ditentukan pengadilan.

Baca Juga :  Kasus Pencabulan Anak di Bogor, Polisi Dalami Potensi Korban Lain

“Oleh karena itu, makanya saat ini ya sudah dan nanti itu bisa dikomunikasikan antara Paula dan Baim,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan kedua orangtua tetap penting dalam pertumbuhan anak, sehingga keputusan apa pun harus memperhatikan keseimbangan peran antara ibu dan ayah.

“Kedua-duanya harus diskusi untuk bisa memetakan apa saja kebutuhan yang akan dipenuhi untuk kepentingan anak-anak mereka,” jelas Alvon.

Ia menyebut saat ini sudah ada kesepahaman terkait waktu dan tanggung jawab bersama atas anak-anak mereka.

Baca Juga :  Tuduhan Korupsi Terhadap Federica Mogherini Bikin Heboh Dunia Diplomatik EU

Sebelumnya, Pengadilan Agama Jakarta Selatan sempat memutuskan bahwa anak-anak diasuh bersama oleh Paula dan Baim. Namun, dalam proses banding, Pengadilan Tinggi Agama memutuskan hak asuh sepenuhnya diberikan kepada Baim Wong. Keputusan tersebut mempertimbangkan kedekatan emosional anak-anak dengan sang ayah berdasarkan masukan psikolog.

Namun, pihak Paula menyatakan keberatan terhadap dasar putusan itu. Menurut Alvon, penilaian psikolog yang menyatakan anak lebih dekat dengan ayahnya hanya berdasarkan interpretasi gambar yang dibuat anak-anak, dinilai tidak akurat.

Anak-anak dengan ibunya nyaman, gak benar kalau dibilang anak sama ibunya tidak nyaman. Secara metodologi psikolog, yang memberikan keterangan itu bermasalah,” ujar Alvon.

Baca Juga :  Isu Privasi dan Etika Pengasuhan, Kasus Jennifer Coppen dan Pengasuh Anak Jadi Viral

Ia menjelaskan bahwa interpretasi terhadap gambar laki-laki sebagai simbol kedekatan anak dengan ayah tidak bisa dijadikan tolok ukur. Penilaian seperti itu dinilainya keliru dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Gambar laki-laki itu (yang digambar Kiano dan Kenzo) dikatakan itulah bukti anak-anak itu dekat dengan ayahnya, padahal tidak. Kami tanya kepada psikolog ahli dari kami, ‘itu artinya apa?’, artinya (berbeda),” tambahnya.

Atas dasar itu, Alvon menilai ada kekeliruan dalam pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tinggi Agama saat menjatuhkan putusan tersebut.***