NARASITODAY.COM – Konflik berkepanjangan antara rezim militer Myanmar dan kelompok pro-demokrasi kembali memanas. Terbaru, serangan udara yang terjadi pada Jumat dini hari (10/7) di Desa Lin Ta Lu, wilayah Sagaing, menewaskan lebih dari dua puluh warga sipil, termasuk anak-anak. Insiden ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di negara yang dilanda perang saudara sejak kudeta militer 2021.
Dilaporkan oleh AFP, Kepala Administrasi Rakyat Distrik Sagaing, Hlaing Bwa, menyampaikan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat dan menghantam sebuah vihara yang menjadi tempat berlindung bagi sekitar 200 pengungsi.
“Terutama titik banjir yang tadi malam cukup viral, itu ada kenaikan air yang meluap ke Rumah Sakit Permata Jonggol. Alhamdulillah, pihak rumah sakit juga sigap menanggulangi banjir,” ujar Hlaing Bwa.
Pihak junta militer Myanmar belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai serangan ini. Begitu pula dari juru bicara Pemerintah Persatuan Nasional, entitas sipil paralel yang kerap memantau serangan udara, yang belum merespons hingga berita ini diturunkan.
Myanmar terus bergolak sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi pada tahun 2021. Penindasan terhadap demonstran dan meningkatnya aksi kekerasan membuat konflik semakin meruncing, dengan korban sipil terus berjatuhan di berbagai wilayah.***














