Presiden Prabowo Sampaikan Sikap Pemerintah Terkait Gelombang Demonstrasi

0
demonstrasi
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi para ketua umum partai politik, menyampaikan pernyataan resmi di Istana Merdeka pada Minggu (31/8/2025).(Foto : kabar24.bisnis.com)

NARASITODAY.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi bersama para ketua umum partai politik pada Minggu (31/8/2025), menanggapi gelombang demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah. Pernyataan tersebut memuat sepuluh poin utama yang menegaskan sikap pemerintah terhadap situasi terkini.

1. Komitmen terhadap Kebebasan Berpendapat

Presiden menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi secara damai, sesuai dengan hukum nasional dan konvensi internasional.

“Negara menghormati dan terbuka terhadap kebebasan penyampaian pendapat dan aspirasi yang murni dari masyarakat,” kata Prabowo.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat seperti diatur dalam United Nations International Covenant on Civil and Political Rights Pasal 19 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998,” tambahnya.

2. Penindakan terhadap Aparat yang Melanggar

Prabowo menyatakan bahwa aparat yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses secara hukum. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus tersebut.

“Ini telah saya minta dilakukan dengan cepat, dengan transparan, dan dapat diikuti secara terbuka oleh publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Demonstrasi Nasional Pengemudi transportasi Daring, Tuntut Regulasi dan Pembagian Pendapatan Adil

3. Penonaktifan Anggota DPR yang Dianggap Keliru

Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah anggota DPR yang menyampaikan pernyataan tidak tepat telah dinonaktifkan oleh partai masing-masing.

“Saya menerima laporan dari para ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing yang telah mungkin menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru,” jelasnya.

4. Pencabutan Tunjangan dan Moratorium Kunjungan Luar Negeri

Sebagai respons terhadap aspirasi publik, DPR menyatakan akan mencabut kebijakan tunjangan dan menghentikan sementara kunjungan kerja ke luar negeri.

“Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja keluar negeri,” kata Prabowo.

5. Negara Hadir Melindungi Masyarakat

Presiden menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk melindungi rakyat dari tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum dan membahayakan keselamatan.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi Sopir Angkutan Kota di Bogor Tuntut Penolakan Penghapusan Angkot Tua

“Jika dalam pelaksananya terdapat kegiatan-kegiatan yang bersifat anarkis… hal itu merupakan pelanggaran hukum dan negara wajib hadir dan melindungi rakyatnya,” tegasnya.

6. Demonstrasi yang Mengarah ke Makar dan Terorisme

Prabowo menyebut bahwa sebagian aksi demonstrasi telah menunjukkan indikasi pelanggaran hukum serius, termasuk yang mengarah pada tindakan makar dan terorisme.

“Sudah mulai kelihatan gejala adanya tindakan-tindakan di luar hukum bahkan ada yang mengarah kepada makar dan terorisme,” ujarnya.

7. Instruksi Tindakan Tegas kepada TNI dan Polri

Presiden memerintahkan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi perusakan dan penjarahan, sesuai dengan ketentuan hukum.

“Saya perintahkan untuk mengambil tindakan yang setegas-tegasnya terhadap segala macam bentuk pengerusakan fasilitas umum sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

8. DPR Diinstruksikan Undang Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa

Prabowo meminta DPR untuk membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat dan mahasiswa guna menampung aspirasi secara langsung.

Baca Juga :  Dari Artis Senior ke Sosok Inspiratif, Putri Patricia Ungkap Filosofi Hidup Matang

“Saya juga akan meminta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh mahasiswa.supaya bisa diterima dengan baik dan langsung berdialog,” ucapnya.

9. Seruan untuk Tenang dan Percaya pada Pemerintah

Presiden mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Saya minta sungguh-sungguh seluruh warga negara untuk percaya kepada pemerintah, untuk tenang,” katanya.

“Kami bertekad untuk selalu memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa. Termasuk rakyat yang paling kecil, rakyat yang paling tertinggal,” tambahnya.

10. Ajakan Menjaga Persatuan dan Menolak Provokasi

Prabowo mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah.

“Mari kita jaga persatuan nasional, jangan sampai kita terus diadu domba,” ujarnya.

“Kita waspada terhadap campur tangan kelompok yang tidak ingin Indonesia sejahtera Semangat kita dari nenek moyang kita adalah gotong royong,” tutupnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com