Harga Beras Thailand Melonjak, Baht Kuat Jadi Pemicu Utama

0
beras
Ilustrasi Kantong beras di gudang.(Foto : Istck)

NARASITODAY.COM, HANOIHarga ekspor beras Thailand melonjak ke titik tertinggi dalam tiga minggu terakhir, dipicu oleh penguatan nilai tukar baht. Sementara itu, harga penawaran beras Vietnam mengalami penurunan karena melemahnya permintaan global.

Menurut laporan para pedagang, harga beras Thailand jenis 5% patah kini berada di kisaran US$ 355 hingga US$ 365 per ton, tertinggi sejak 21 Agustus. Angka tersebut naik dari minggu sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 355 per ton. Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung dari apresiasi mata uang baht.

Meski demikian, seorang pedagang di Bangkok menyatakan bahwa harga dalam negeri tetap stabil. “Permintaan masih lambat, sementara pasokan dari berbagai varietas mulai masuk ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Penonton, Harga Tiket Mahal Tak Surutkan Antusiasme

Pedagang lain menambahkan bahwa satu-satunya dorongan signifikan berasal dari pembelian menjelang pengiriman Natal. Ia juga mencatat bahwa harga beras Myanmar masih lebih rendah dibandingkan Thailand. Di sisi lain, India sebagai eksportir beras terbesar dunia, memperpanjang waktu pelepasan stoknya.

Sementara itu, harga beras Vietnam jenis 5% patah turun menjadi US$ 450–US$ 455 per ton pada Kamis (12/9), dari sebelumnya US$ 455–US$ 460 per ton, menurut Asosiasi Pangan Vietnam. Penurunan ini dikaitkan dengan kebijakan Filipina yang menangguhkan impor beras selama 60 hari sejak 1 September.

Baca Juga :  Ritual Injak Kepala Kerbau di Atas Karpet Merah Jokowi Jadi Sorotan

“Kami terdampak kebijakan Filipina yang menangguhkan impor beras selama 60 hari mulai 1 September,” ungkap seorang pedagang di Ho Chi Minh City.

Akibat lemahnya permintaan luar negeri, eksportir Vietnam memperlambat pembelian gabah dari petani. Meski demikian, ekspor beras Vietnam pada Agustus tercatat mencapai 883.000 ton, naik 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan data pemerintah.

Di India, harga beras jenis 5% patah parboiled berada di kisaran US$ 367–US$ 371 per ton, sementara jenis 5% patah putih dijual seharga US$ 361–US$ 366 per ton. Kedua jenis tersebut menunjukkan stabilitas harga dibandingkan minggu sebelumnya.

Baca Juga :  Thailand Gelar Pemilu 8 Februari, Persaingan Tiga Poros Partai

“Permintaan terhadap beras India meningkat karena harganya masih lebih murah dibandingkan negara Asia lainnya,” kata seorang pedagang di New Delhi.

Sementara itu, pemerintah Bangladesh berhasil mengumpulkan volume tertinggi dalam program pengadaan beras musim panas 2025. Walaupun panen melimpah, impor tetap stabil, dan cadangan cukup kuat, harga beras domestik tetap mengalami kenaikan. Konsumen kini harus membayar lebih mahal 5 hingga 17 taka per kilogram dibandingkan tahun lalu.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber