NARASITODAY.COM – Gangguan Spektrum Autisme (GSA) adalah kondisi perkembangan yang mempengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku anak. Deteksi dini gejala autisme pada bayi sangat penting agar intervensi dan penanganan dapat dilakukan sejak awal, membantu perkembangan optimal si kecil. Berikut adalah lima gejala autisme pada bayi yang perlu segera diketahui oleh orang tua.
1. Kurangnya Kontak Mata
Bayi sehat umumnya mulai melakukan kontak mata sejak usia 6-8 minggu. Bayi dengan autisme cenderung menghindari atau tidak melakukan kontak mata sama sekali, bahkan setelah usia 2 bulan. Tatapan matanya tampak kosong dan tidak fokus saat berinteraksi dengan orang lain.
2. Minimnya Respon terhadap Suara atau Panggilan Nama
Pada usia 3-6 bulan, bayi biasanya mulai berespons saat namanya dipanggil, dengan menoleh atau menunjukkan perhatian. Bayi autis sering tidak merespons suara orang tua maupun namanya, meski memiliki pendengaran normal.
3. Tidak Mengoceh seperti Bayi Lainnya
Bayi secara alami akan mulai mengoceh sebagai bentuk latihan berbicara sejak usia 2-3 bulan. Bayi autis biasanya jarang atau tidak sama sekali mengoceh, sehingga interaksi verbal awal menjadi terganggu.
4. Minim Interaksi Sosial dan Ekspresi Wajah
Bayi dengan autisme tidak menunjukkan ekspresi sosial yang normal, seperti tersenyum balik atau bereaksi saat diajak bercanda. Mereka sering terlihat lebih suka bermain sendiri dan tidak mencari perhatian dari orang lain.
5. Tindakan Berulang dan Sensitivitas Berlebihan
Gejala lain adalah perilaku berulang seperti mengayunkan tangan atau memutar benda secara berkala. Bayi autis juga mungkin sangat sensitif terhadap rangsangan sensorik, seperti suara keras, cahaya terang, atau sentuhan.
Orang tua yang melihat tanda-tanda tersebut pada bayinya disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog. Penanganan dan intervensi dini dapat berperan besar dalam membantu perkembangan bayi secara maksimal.
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














