5 Gejala Keracunan Makanan yang Sering Terjadi pada Anak dan Dewasa

0
Keracunan makanan
Ilustrasi sakiit perut karena Keracunan makanan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Keracunan makanan adalah kondisi yang terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau racun.

Baik pada anak-anak maupun dewasa, keracunan makanan dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu dan memerlukan penanganan cepat. Berikut lima gejala keracunan makanan yang sering terjadi dan perlu diwaspadai.

1. Diare

Diare merupakan gejala paling umum keracunan makanan. Ditandai dengan keluarnya feses yang cair dan sering, ini terjadi karena usus bereaksi terhadap infeksi dengan mempercepat proses pembuangan isi usus. Diare bisa disertai dengan kram perut dan dehidrasi jika tidak segera diatasi.

Baca Juga :  10 Negara di Mana Makan di Luar Justru Lebih Murah dari Masak Sendiri

2. Mual dan Muntah

Mual dan muntah adalah cara tubuh mengeluarkan zat berbahaya dari saluran pencernaan. Gejala ini biasanya muncul beberapa jam setelah makan makanan yang tercemar dan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh.

3. Nyeri dan Kram Perut

Baca Juga :  Waspadai 5 Risiko Pemakaian Eyelash Extension untuk Kesehatan Mata Anda

Rasa sakit dan kram di perut terjadi akibat peradangan pada dinding lambung dan usus. Kontraksi otot perut memicu nyeri saat tubuh berusaha mengeluarkan racun dari sistem pencernaan.

4. Demam

Demam adalah tanda tubuh melawan infeksi. Peningkatan suhu tubuh dapat membantu melawan bakteri atau virus penyebab keracunan makanan, namun jika demam terlalu tinggi bisa berbahaya dan perlu segera disikapi.

5. Kelemahan dan Kelelahan

Keracunan makanan dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan energi akibat muntah dan diare. Hal ini menimbulkan rasa lemah, pusing, bahkan sulit beraktivitas jika tidak cukup istirahat dan rehidrasi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Anak Muda Manfaatkan BLK Tonjong untuk Kesiapan Kerja

Pada keracunan makanan, yang utama adalah menjaga hidrasi dengan cukup minum air, oralit, atau cairan elektrolit serta istirahat cukup. Jika gejala memburuk atau durasi lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber