Kemenperin Gandeng Kampus, Bikin IKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi Cerdas

0
Kemenperin
Perwakilan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian bersama Universitas Ciputra menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) di Surabaya, Selasa (7/10/2025). Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah berbasis inovasi dan kewirausahaan. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Industri kecil dan menengah (IKM) gak cuma butuh semangat, tapi juga SDM yang adaptif dan melek tren zaman.

Itulah kenapa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus tancap gas ningkatin kualitas SDM pelaku IKM biar makin tangguh bersaing di pasar global yang serba cepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bilang, kunci utama daya saing IKM ada di manusia di baliknya.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi bisa jadi katalis untuk lahirnya wirausaha tangguh dan memperkuat ekosistem IKM supaya naik kelas,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/10).

Langkah nyatanya? Kemenperin, lewat Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), resmi kolaborasi bareng Universitas Ciputra Surabaya (UC) kampus yang terkenal dengan DNA entrepreneurship-nya.

Baca Juga :  Kepala Sekolah dan Bendahara SMP Negeri 2 Galesong Selatan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS 2024

Kerja sama ini diteken langsung antara Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan dan Rektor UC Surabaya, Wirawan Endro Dwi Radianto, pada 22 September 2025 di kampus UC.

Gak cuma itu, Kemenperin juga teken perjanjian lanjutan dengan School of Business and Management (SBM) UC yang diwakili Dekan Damelina Basauli Tambunan.

“Fokusnya ke pengembangan SDM IKM di bidang manajemen usaha. Agustus lalu kami juga udah kerja sama dengan ISI Yogyakarta buat produk fesyen dan kriya, jadi ini kolaborasi kedua kami tahun ini,” kata Dirjen IKMA Reni Yanita.

Baca Juga :  Cetak SDM Hilirisasi, Presiden Prabowo Instruksikan Kampus Masifkan Industri Farmasi hingga Mobil Nasional

Reni menegaskan, kolaborasi kayak gini penting banget karena IKM gak cukup cuma bermodal niat dan produk bagus.

Mereka juga butuh ilmu bisnis, manajemen, dan strategi produksi yang kuat.

“Universitas Ciputra dikenal unggul dalam bidang entrepreneurship, jadi kami harap mereka bisa bantu IKM binaan Kemenperin biar lebih tangguh dan siap bersaing,” jelasnya.

Bukan sekadar teori, kerja sama ini bakal diwujudkan lewat program pendampingan, bimbingan teknis, magang, inkubasi bisnis, sampai konsultasi dan riset.

Semua demi satu tujuan, bikin IKM gak cuma bertahan, tapi naik kelas.

Baca Juga :  Indonesia Dikelilingi Laut, Tapi Mengapa Belum Mandiri dalam Produksi Garam?

Rektor UC Surabaya, Wirawan Endro Dwi Radianto, juga antusias. Ia bilang kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari konsep pentahelix sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media.

“Sejalan dengan visi Kampus Berdampak, kami ingin menguatkan nilai-nilai entrepreneurship biar mahasiswa dan pelaku IKM bisa kasih kontribusi nyata buat masyarakat dan industri Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Budi Setiawan menambahkan bahwa kerja sama ini bakal dipantau dan dievaluasi rutin supaya hasilnya benar-benar terasa.

“Kita mau pastikan program ini bukan cuma seremonial, tapi berdampak langsung ke peningkatan kualitas dan daya saing IKM nasional,” tegasnya.***

Editor : Andreas