Sentra Tas Tajur Bogor Kian Sepi, Banyak Toko Gulung Tikar Sejak Pandemi

0
Tas
Kawasan Jalan Tajur, Bogor, yang dulu dikenal sebagai pusat penjualan tas terbesar di Jawa Barat, kini kian sepi. Foto : shalyschan.com

NARASITODAY.COM, BOGORKawasan Jalan Tajur yang dahulu dikenal sebagai pusat penjualan tas di Bogor, Jawa Barat, kini mengalami penurunan drastis dalam aktivitas perdagangan. Tempat yang dulu ramai dikunjungi pembeli dari Jabodetabek dan berbagai daerah lain, kini terlihat lengang dan banyak toko yang tutup.

Pantauan CNBC Indonesia pada Rabu (8/10/2025) menunjukkan hanya segelintir toko yang masih beroperasi, seperti Bogor Tas, Sumber Tas Tajur, SKI Tajur, dan Donatello. Sementara itu, sejumlah toko lain termasuk Terminal Tas telah berhenti beroperasi. Ruko bekas Terminal Tas bahkan dikabarkan akan dialihfungsikan menjadi toko mebel.

Beberapa karyawan toko mengungkapkan bahwa penurunan jumlah pelanggan sudah terjadi sejak pandemi Covid-19. “Memang makin sepi, dulu mah parkiran toko penuh kendaraan, ada bus-bus besar juga, sekarang, ya parkirannya luas, tapi engga ada kendaraan yang parkir, ini sudah terjadi sejak Covid-19,” ujar Febri (samaran), pegawai di Bogor Tas.

Baca Juga :  Industri Tas Tajur Bogor Terpuruk, Tas Impor Murah Jadi Ancaman Utama

Kondisi toko pun mencerminkan penurunan tersebut. Banyak rak yang kosong karena keterlambatan pasokan dari produsen. “Iya, tasnya sedikit karena belum ada restock lagi, dari produsennya belum kirim lagi ke sini,” tambah Febri.

Bogor Tas menawarkan berbagai jenis tas seperti ransel, koper, tas wanita, tas anak sekolah, dan tas selempang, dengan harga mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Beberapa produk bahkan dijual seharga Rp 25.000 dan diberikan diskon hingga 30%.

Nasib serupa dialami oleh Sumber Tas Tajur yang berada di sebelah Donatello. Toko ini juga sepi pengunjung dan mayoritas menjual tas wanita dengan harga antara Rp 50.000 hingga Rp 250.000. “Ya memang sudah sepi, sejak Covid-19 lah, sama orang-orang kan sekarang gampang beli di online,” kata Ratna (samaran), salah satu karyawan.

Baca Juga :  Gak Mau Rugi? Cek 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Merusak Tas Kesayanganmu!

Ratna mengenang masa sebelum pandemi, khususnya tahun 2019, ketika toko masih ramai dikunjungi. “2019 masih cukup ramai, baru terasa setelah Covid-19. Kan pas itu, orang-orang enggak boleh kemana-mana, setelah selesai, orang-orang engga pada balik lagi,” lanjutnya.

Di bagian belakang Jalan Tajur, taman wisata SKI (Sumber Karya Indah) juga mengalami penurunan jumlah pengunjung. Saat dikunjungi CNBC Indonesia, hanya lima orang tercatat berada di lokasi. Toko tas di area ini pun tak luput dari sepinya pembeli.

Baca Juga :  Rasakan Suasana Ramadan di 5 Tempat Wisata Ngabuburit Terpopuler di Jawa Barat

“Sejak Covid-19, yang datang ke sini sedikit banget, sepertinya enggak ada belasan orang, memang sudah sepi banget,” ungkap Tanto (samaran), karyawan toko tas di SKI. Ia juga menyebut banyak toko di Tajur yang tutup karena tak mampu bertahan. “Sejak saat itu, banyak yang enggak kuat akhirnya bangkrut, makanya yang masih buka tinggal sedikit, termasuk di sini,” jelasnya.

Selain dampak pandemi, toko-toko tas di Tajur juga menghadapi persaingan ketat dari platform belanja daring. “Pas Covid-19 kan orang-orang enggak boleh keluar rumah, alhasil ya mau tidak mau berbelanja online, awalnya belum terbiasa, tapi karena engga bisa kemana-mana, akhirnya mulai terbiasa,” pungkas Tanto.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com