Menteri Tito Ungkap Simpanan Pemda di Bank Lebih Kecil dari Catatan BI

0
Menteri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto : sindonews.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa nilai simpanan pemerintah daerah (pemda) di perbankan tidak sebesar yang tercatat oleh Bank Indonesia (BI).

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang digelar rutin setiap awal pekan dan kali ini dihadiri langsung oleh Purbaya, Tito mengungkapkan bahwa BI mencatat total simpanan pemda di bank per September 2025 mencapai Rp 233,97 triliun.

Baca Juga :  Diskon Tiket Pesawat Resmi Berlaku, Pemerintah Dukung Mobilitas Masyarakat Saat Nataru

“Dari BI itu menyampaikan bahwa daerah itu ada di bank sebanyak Rp 233 triliun,” ujar Tito, Senin (20/10/2025).

Menurut data BI, simpanan tersebut terdiri dari giro sebesar Rp 178,14 triliun, deposito Rp 48,4 triliun, dan tabungan Rp 7,43 triliun. Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih rinci hingga ke tingkat kota, Tito menemukan sejumlah kejanggalan.

Salah satu temuan yang disebutkan adalah data simpanan milik pemerintah Kota Banjarbaru yang tercatat sebesar Rp 5,16 triliun. Tito mempertanyakan validitas angka tersebut karena pendapatan asli daerah (PAD) kota tersebut bahkan tidak mencapai Rp 5 triliun.

Baca Juga :  Viral Turis Asing Sebut Bali ‘Neraka Dunia’, Dispar Badung Beri Tanggapan

“Ini menurut kami data yang kurang valid, karena pendapatannya saja enggak sampai Rp 5 triliun tapi dari BI itu menyampaikan Rp 5 triliun, sehingga kami juga melakukan checking ke kas nya masing-masing daerah,” tegas Tito.

Setelah dilakukan verifikasi langsung ke rekening kas masing-masing daerah, Tito menyebutkan bahwa total simpanan pemda yang tersedia hanya sebesar Rp 215 triliun. Rinciannya adalah Rp 64 triliun di tingkat provinsi, Rp 119,92 triliun di tingkat kabupaten, dan Rp 30,13 triliun di tingkat kota.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Modus Pecah Kaca Mobil yang Viral di Bogor

“Data melalui kas nya langsung, ke rekeningnya itu Rp 215 triliun, Rp 64 triliun di tingkat provinsi, kabupaten Rp 119,92 triliun, dan kota Rp 30,13 triliun,” kata Tito.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com