Truk Molen Proyek DPUPR Terperosok ke Jurang Sedalam 50 Meter di Leuwiliang

0
Truk molen
Tampak truk sudah berada di jurang di wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Sebuah truk molen milik salah satu pekerja proyek konstruksi dilaporkan terperosok ke jurang sedalam sekitar 50 meter di Kampung Pasir Ipis, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (29/10/2025) sore.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat kendaraan sedang mengirim bahan material coran untuk proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, truk molen itu diduga terlalu menepi ke bahu jalan hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya masuk ke jurang.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Bersikap Transparan dan Patuh Hukum Terkait Putusan PTUN Bandung

“Kendaraan sedang membawa material coran, namun terlalu menepi ke bahu jalan hingga akhirnya terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu proses evakuasi kendaraan menggunakan alat berat. Lokasi kejadian yang cukup curam membuat proses evakuasi diperkirakan akan memakan waktu lama.

Baca Juga :  Kantor BPN Bogor Barat tak Terurus

“Saat ini kami menunggu crane dari tim evakuasi perusahaan pemilik kendaraan. Proses ini mungkin akan berlangsung cukup lama karena medan sulit dan dibutuhkan crane berkapasitas besar,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir truk berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

“Tidak ada korban jiwa, hanya sopir mengalami luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan,” kata Maryanto.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Tegaskan Car Free Day Tak Terpusat di Cibinong

Menariknya, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di lokasi yang sama. Menurut Kapolsek, insiden serupa pernah terjadi sebelumnya dengan jenis kendaraan proyek yang juga masuk ke jurang di titik yang hampir sama.

“Kejadian ini sudah yang kedua kalinya di lokasi tersebut. Kami imbau agar para pekerja proyek lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur sempit dan menanjak,” tutupnya.***

Wartawan : Andreas