Ngaku-ngaku!! Oknum Polisi dan Wartawan Lakukan Razia Bodong di Tanjungsari, Minta Uang Rp20 Juta

0
Oknum polisi rekaman cctv
Tangkapan layar vidio yang beredar warung kelontong di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh aksi penggeledahan yang dilakukan empat orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Mabes Polri dan wartawan, pada Senin (27/10/2025) malam. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Dua warung kelontong di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh aksi penggeledahan yang dilakukan empat orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Mabes Polri dan wartawan, pada Senin (27/10/2025) malam.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Agung Taupan Agustian, membenarkan adanya laporan dari pemilik warung terkait kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, penggeledahan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan pertigaan Gapes, Desa Tanjungsari.

“Menurut keterangan pemilik warung, empat orang datang dan mengaku dari Mabes serta dari pers. Mereka melakukan penggeledahan dengan alasan mencari rokok ilegal, namun tidak ditemukan barang bukti apa pun,” ujar Iptu Agung kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  Kontroversi Nikah Siri ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, BKPSDM Turun Tangan

Salah satu warung yang menjadi sasaran adalah milik warga bernama Rohandi. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang yang dimaksud oleh para pelaku.

Lebih lanjut, Iptu Agung menjelaskan bahwa salah satu korban sempat diajak berkeliling menggunakan mobil Avanza oleh para pelaku dan dimintai uang sebesar Rp20 juta dengan alasan “uang damai”. Namun, korban menolak memberikan uang tersebut.

Baca Juga :  Desa Parakanmuncang Optimalkan Dana Samisade 2025 untuk Infrastruktur dan Pusat Kegiatan Warga

“Korban sudah datang ke Polsek untuk membuat laporan. Kami akan dalami lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Polres Bogor serta Propam, untuk memastikan apakah pelaku benar merupakan anggota kepolisian atau bukan,” jelasnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas empat pelaku yang diduga mencatut nama institusi Mabes Polri dan wartawan tersebut.

Sementara itu, akun media sosial @infotanjungsari_ turut mengunggah video yang memperlihatkan salah satu pelaku bertubuh gemuk memperlihatkan map berwarna merah berisi surat. Dalam unggahan itu disebutkan, aksi para pelaku merupakan modus penipuan dan pemerasan berkedok investigasi rokok ilegal.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Ciparigi Capai 60 Persen, Akses Utama Warga Nanggung Segera Pulih

“Ketika barang bukti tidak ditemukan, mereka tetap memaksa korban menyerahkan uang puluhan juta rupiah. Bahkan, korban dibawa masuk ke dalam mobil pelaku sebelum akhirnya dilepaskan,” tulis akun tersebut dalam narasinya.

Polsek Tanjungsari mengimbau warga untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku aparat tanpa menunjukkan surat tugas resmi, serta segera melapor jika mengalami kejadian serupa.***

Editor : Andreas

Sumber : Suarabotim.com