Berapa Lama Mi Instan Hancur dalam Perut? Ini Penjelasan Dokter Pencernaan

0
foto : freepik

NARASITODAY.COM, JAKARTAMi instan memang jadi makanan andalan banyak orang — cepat, murah, dan gampang dibuat. Tapi di balik kepraktisannya, ada fakta menarik soal bagaimana tubuh memproses makanan yang satu ini.

Menurut dr Aru Ariadno, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi (KGEH), mi instan termasuk kategori ultra processed food atau UPF. Artinya, jika dikonsumsi terlalu sering tanpa nutrisi pendamping, berbagai masalah kesehatan bisa muncul. Mulai dari tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, hingga gangguan pencernaan.

Hal ini terutama karena kandungan natrium, lemak jenuh, dan kalori yang tinggi, sementara serat serta vitamin dan mineral sangat rendah.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Arab Saudi yang Baru Saja Tumbang dari Australia!

Berapa Lama Mi Instan Bertahan di Perut?

Meski terlihat seperti mi biasa, mi instan butuh waktu lebih lama untuk hancur di lambung.
Dr Aru menjelaskan, mi instan umumnya dapat bertahan 3–5 jam di perut sebelum bergerak ke proses pencernaan berikutnya.

Pada sebagian orang, proses pencernaan keseluruhan bahkan bisa berlangsung 1–2 hari hingga benar-benar keluar dari tubuh. Ini karena teksturnya lebih padat, adanya minyak dari proses penggorengan, serta bahan tambahan yang membuat mi instan tidak mudah terurai.

Baca Juga :  Misteri Pencernaan Terungkap! 5 Keunikan yang Jarang Disadari tentang Sistem Pencernaan

Sebaliknya, mi segar atau mi tanpa pengawet cenderung lebih cepat hancur dan tidak memberatkan saluran cerna.

Mengapa Mi Instan Lebih Lama Dicerna?

Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Digoreng sebelum dikemas → kandungan lemak jenuh memperlambat pengosongan lambung.
  • Bahan tambahan & pengawet → membuat tekstur mi lebih keras.
  • Minim serat → memperlambat pergerakan usus.

Apa Dampaknya Jika Terlalu Sering Makan Mi Instan?

Konsumsi berlebihan bisa memicu:

  • Hipertensi karena garam tinggi
  • Lonjakan gula darah
  • Perut kembung, begah, atau konstipasi
  • Risiko obesitas & diabetes
  • Beban ginjal bertambah
  • Tubuh kekurangan nutrisi penting
Baca Juga :  5 Efek Buruk Minum Teh Sebelum Tidur yang Perlu Diwaspadai

Masih Boleh Makan Mi Instan, Kok — Tapi…

Dokter menekankan, mi instan tetap aman asal tidak berlebihan. Beberapa tips sehatnya:

  • Tambahkan sayuran seperti bayam, brokoli, atau wortel
  • Masukkan protein: telur, ayam, tahu, tempe
  • Kurangi bumbu terutama minyak dan bubuk perisa
  • Batasi konsumsi 1–2 kali per minggu

Mi instan tetap bisa dinikmati, asalkan pintar mengatur porsinya dan menyeimbangkan dengan sumber nutrisi lain. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikhot