NARASITODAY.COM, JAKARTA – Banyak orang menjadikan aktivitas scrolling TikTok atau menonton Netflix sebagai rutinitas sebelum tidur. Rasanya menenangkan, seperti cara cepat untuk membuat tubuh rileks. Namun kenyataannya, kebiasaan itu bisa berdampak berbeda bagi tiap orang—ada yang langsung mengantuk, tetapi tidak sedikit pula yang justru terjaga hingga larut malam.
Selama ini, sinar biru atau blue light sering menjadi kambing hitam. Banyak yang percaya bahwa cahaya dari layar ponsel menjadi penyebab utama seseorang susah tidur. Namun, menurut certified sleep coach Vishal Dasani, anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Dalam sebuah sesi edukasi di Jakarta Barat, Vishal menjelaskan bahwa paparan blue light dari ponsel sebenarnya tidak cukup kuat untuk mengacaukan jadwal tidur seseorang. “Blue light yang keluar dari ponsel itu tidak terlalu terang untuk benar-benar mengganggu jam tidur kita,” jelasnya.
Meski demikian, Vishal mengakui bahwa blue light tetap bisa memberi efek penundaan tidur—tetapi hanya jika intensitas cahayanya sangat terang dan terpapar dalam jangka waktu cukup lama. Bahkan, menurut studi yang ia kutip, keterlambatan tidur akibat blue light hanya sekitar 10–15 menit dari jam tidur normal.
Lalu apa yang membuat orang sulit tidur saat memegang ponsel?
Menurut Vishal, penyebab utamanya adalah bukan cahaya layar, melainkan perilaku kita sendiri. Aktivitas seperti doom scrolling, terus menonton one more episode, atau tanpa sadar binge watching membuat otak tetap aktif dan sulit untuk berhenti.
“Yang membuat layar ponsel menjadi masalah untuk tidur adalah keputusan kita untuk terus scrolling atau nonton,” tegasnya.
Dengan kata lain, bukan perangkatnya yang bersalah—melainkan kebiasaan kita yang sulit mengendalikan diri untuk berhenti. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














