Turki Gempur Jaringan ISIS, Operasi di Istanbul Berhasil Cegah Serangan di Saat Warga Rayakan Tahun Baru

0
Istanbul
Polisi Turki Bongkar Jaringan Teror ISIS. Foto : cnbcindonesia.com

NARASITODAY.COM, ISTANBUL – Di saat warga Istanbul bersiap menyambut kemeriahan Natal dan Tahun Baru, tim anti-teror Turki bekerja dalam senyap untuk menggagalkan rencana pertumpahan darah. Dalam sebuah operasi kilat yang menyasar 124 titik di seluruh kota, otoritas keamanan berhasil meringkus lebih dari 100 tersangka yang terafiliasi dengan kelompok Islamic State (ISIS).

Penggerebekan besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Para pejabat intelijen mengungkapkan bahwa pendukung ISIS telah aktif merencanakan serangan sepanjang minggu ini, dengan target spesifik komunitas non-Muslim dan titik-titik keramaian perayaan akhir tahun.

Baca Juga :  Pasar Rakyat Citayam Jadi Bukti Nyata Kolaborasi Kabupaten Bogor Dan Kota Depok

Kepala jaksa ibu kota Turki menerangkan bahwa penggerebekan dilakukan secara serentak di berbagai alamat dengan menyita sejumlah senjata api, amunisi, serta berbagai “dokumen organisasi” yang menjadi bukti kuat rencana mereka.

Operasi ini merupakan puncak dari pengawasan ketat terhadap sel-sel tidur yang menjamur di perbatasan. Dua hari sebelum penangkapan massal ini, agen intelijen Turki bahkan telah melakukan operasi di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan untuk menangkap seorang warga negara Turki yang memegang peran senior di sayap ISIS.

Kantor kejaksaan mengungkapkan bahwa jaringan ini memiliki keterkaitan internasional yang kuat.

Baca Juga :  Kreasikan Nasi Goreng Anda dengan Resep Kimchi yang Menggoda Selera

“Polisi telah menahan 115 tersangka tetapi upaya sedang dilakukan untuk melacak 22 tersangka lainnya. Para tersangka berhubungan dengan anggota ISIS di luar Turki,” bunyi pernyataan resmi otoritas keamanan tersebut.

Turki, yang berbagi perbatasan sepanjang 900 km dengan Suriah, kini berada di garis depan pembersihan elemen radikal. Di seberang perbatasan, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa yang memiliki hubungan dekat dengan Ankara, telah berjanji untuk bekerja sama dengan AS dan Eropa guna memberantas sisa-sisa kekuatan ISIS.

Ketegangan di kawasan memang sedang meningkat. Pada hari Jumat (26/12/2025), Amerika Serikat melancarkan serangan udara balasan ke posisi-posisi ISIS di Suriah. Langkah ini diambil menyusul penyergapan awal bulan ini yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil.

Baca Juga :  Ingin Berkunjung ke Citalahab Malasari? Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui Sementara

Meski ancaman terus mengintai di balik bayang-bayang, operasi besar di Istanbul minggu ini setidaknya memberikan rasa aman bagi warga yang ingin merayakan pergantian tahun dengan damai. Otoritas keamanan Turki menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan hingga seluruh tersangka yang masuk dalam daftar buron berhasil diamankan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com