NARASITODAY.COM, JAKARTA – Momen bakar-bakaran selalu jadi bagian yang dinanti saat perayaan tahun baru. Aroma daging yang dipanggang di atas bara api sering kali menggugah selera. Namun, tak jarang daging yang tampak matang justru terasa keras saat disantap. Kondisi ini kerap dianggap sepele dan sering disalahkan pada kualitas daging.
Padahal, tekstur daging yang keras saat dibakar bisa dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan memasak yang terlihat sederhana. Mulai dari pemilihan potongan, cara membalik daging, hingga pengaturan api, semuanya berperan penting pada hasil akhir.
Salah satu faktor utama adalah pemilihan potongan daging. Tidak semua bagian daging cocok untuk dibakar cepat di atas bara. Potongan dengan serat padat cenderung mudah mengeras jika langsung terkena panas tinggi. Sebaliknya, daging dengan lemak yang merata biasanya lebih empuk karena lemak membantu menjaga kelembapan saat proses pemanggangan.
Kebiasaan membalik daging terlalu sering juga bisa membuat teksturnya menjadi kering. Cairan alami daging akan keluar sedikit demi sedikit jika terus dibolak-balik. Idealnya, daging cukup dibalik sekali atau dua kali agar bagian luar membentuk lapisan yang mampu mengunci sari daging di dalam.
Selain itu, api yang terlalu besar sering menjadi penyebab daging cepat kering. Panas berlebih membuat cairan dalam daging menguap sebelum bagian dalam matang sempurna. Bara yang stabil justru membantu daging matang merata dan tetap juicy.
Marinasi juga memegang peran penting, bukan hanya untuk menambah rasa, tetapi juga membantu melunakkan serat daging. Proses perendaman yang tepat membuat daging lebih siap menghadapi panas dan menghasilkan tekstur yang lebih empuk saat dibakar.
Dengan memahami beberapa kebiasaan sederhana ini, hasil bakaran bisa jauh lebih maksimal. Tanpa teknik rumit, daging bakar pun bisa tetap lembut dan lezat untuk dinikmati bersama keluarga di momen spesial. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














