50 Penjamah Dapur MBG Campaka Discreening Total, dari TB hingga Buta Warna

0
MBG
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melalui UPTD Puskesmas Kecamatan Campaka melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap 50 orang penjamah dan pengolah pangan di Dapur MBG SPPG Campaka. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, CIANJUR– Demi memastikan makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan aman, sehat, dan tidak beraroma penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melalui UPTD Puskesmas Kecamatan Campaka melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap 50 orang penjamah dan pengolah pangan di Dapur MBG SPPG Campaka.

Pemeriksaan ini bukan sekadar cek tensi lalu pulang. Para penjamah pangan harus rela diperiksa dari ujung rambut sampai ujung sendok.

Mulai dari Medical Check Up (MCU) umum, tes Cepat Molekuler Tuberkulosis (TCM-TB), pemeriksaan Hepatitis, cek gula darah, tes buta warna, hingga skrining Penyakit Tidak Menular (PTM).

Baca Juga :  Di Hari Kebangkitan Nasional, Ketua DPRD Bogor Ajak Pemda dan Pemuda Bersatu Bangun Daerah

Kepala UPTD Puskesmas Campaka, dr. Tito, melalui stafnya Edo Mohamad Zen, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian penting dari program nasional Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemeriksaan ini akan kami lakukan secara berkala, sebulan sekali. Jumlah pesertanya 50 orang, jenis pemeriksaannya juga banyak, jadi memang butuh waktu. Ibarat servis mobil, ini paket lengkap, bukan sekadar ganti oli,” ujar Edo, Senin
(5/1/2026).

Baca Juga :  Samsul Hidayat Dorong Pelibatan Masyarakat dalam Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Edo, profesionalisme dan ketelitian menjadi kunci utama dalam pelaksanaan pemeriksaan. Pasalnya, program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Maka, dapur harus steril bukan hanya dari debu, tapi juga
dari penyakit.

“Penjamah dan pengolah pangan ini punya tanggung jawab besar. Yang mereka masak bukan sekadar nasi dan lauk, tapi masa depan generasi bangsa. Jadi, kami pastikan mereka sehat jasmani dan rohani,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah Imbas Konflik Global

Ia menambahkan, seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan dengan standar ketat demi menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi para penerima manfaat.

“Program MBG ini adalah program nasional. Tidak boleh ada kompromi soal kesehatan. Anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui harus mendapatkan makanan yang benar-benar aman dan bergizi,” imbuh Edo.

Wartawan : Andreas