Sindikat Kejahatan Siber Vietnam Rengsek, Raih Uang Rp5,8 Triliun Lewat Operasi Terpadu

0
uang
Ilustrasi tangan diborgol. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, HUNG YEN – Di balik layar ponsel dan komputer, sebuah sindikat kriminal bekerja dalam senyap, menguras kantong ribuan warga hingga terkumpul angka fantastis senilai US$350 juta atau setara Rp5,8 triliun. Namun, pelarian mereka berakhir tepat saat dunia bersiap merayakan pergantian tahun.

Dalam sebuah operasi intelijen yang presisi pada 31 Desember lalu, Kepolisian Vietnam menggerebek persembunyian para pelaku di lima wilayah berbeda, termasuk ibu kota Hanoi. Sebanyak 35 orang diringkus dalam operasi yang dipimpin oleh Kepolisian Provinsi Hung Yen ini.

Baca Juga :  Investasi Domestik Kuartal III-2025 Capai Rp 279,4 Triliun, Mayoritas Mengalir ke Luar Jawa

Sindikat ini menjalankan operasinya dengan sangat licin. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai “toko pajangan” untuk menarik minat pembeli. Begitu uang ditransfer, barang tak pernah dikirim, dan jejak digital mereka langsung dihapus seketika.

“Para tersangka menggunakan teknologi canggih untuk melakukan penipuan dan judi online,” demikian pernyataan tegas kepolisian Hung Yen, dikutip dari AFP, Kamis (8/1/2026).

Uang hasil keringat para korban tidak mengendap di rekening biasa. Untuk memutus jejak investigasi, sindikat ini segera memindahkan dana tersebut ke akun judi daring, menciptakan labirin transaksi yang sulit dilacak oleh otoritas keuangan konvensional.

Baca Juga :  Wanita Remaja Digigit Ular Kobra Saat Buka Paket Belanja Online, Kondisinya Mengkhawatirkan

Kepolisian mencatat sedikitnya terdapat 3.000 korban yang terjebak dalam perangkap ini. Skala penipuan ini menambah catatan hitam kejahatan siber di Vietnam. Sejak tahun 2020, total kerugian warga akibat 24.000 kasus penipuan daring telah mencapai angka yang mencengangkan, yakni US$1,5 miliar.

Dalam operasi ini, petugas berhasil mengamankan aset-aset mewah dan memutus aliran dana pelaku:

  • Penyitaan: 5 unit mobil dan 42 ponsel pintar yang digunakan untuk mengoperasikan skema penipuan.
  • Pembekuan Rekening: 125 akun bank di 16 bank berbeda resmi dibekukan.
Baca Juga :  Menteri Tito Ungkap Simpanan Pemda di Bank Lebih Kecil dari Catatan BI

Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Vietnam dalam memerangi kejahatan siber di Asia Tenggara. Sebelumnya, pada pertengahan Desember, kepolisian juga berhasil mengamankan 22 warga Vietnam di Kamboja melalui operasi gabungan lintas negara.

Penangkapan 35 tersangka di penghujung tahun ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku online scam bahwa ruang gerak mereka semakin sempit di tengah pengawasan otoritas yang kian canggih dan terintegrasi.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber