Kasus Pencucian Uang Bongkar Jaringan Bisnis Gelap Mantan PM Georgia

0
Georgia
Mantan Perdana Menteri dua periode Irakli Garibashvili.Foto : REUTERS/JUAN MEDINA

NARASITODAY.COM, TBILISI – Irakli Garibashvili, sosok yang pernah menduduki puncak kekuasaan di Georgia, kini harus bertukar setelan jas formalnya dengan seragam tahanan. Mantan Perdana Menteri dua periode tersebut resmi dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah mengaku bersalah atas kasus pencucian uang yang mengguncang stabilitas politik negara tersebut, Senin (12/1/2026).

Keputusan ini menjadi titik balik drastis bagi karier politik Garibashvili, yang selama ini dikenal sebagai loyalis setia miliarder Bidzina Ivanishvili. Tak hanya hukuman fisik, pengadilan juga menjatuhkan denda sebesar 1 juta lari (sekitar Rp4,85 miliar) serta menyita seluruh aset yang terbukti berasal dari aktivitas kriminalnya.

Drama hukum ini mencapai puncaknya ketika Kantor Jaksa Agung Georgia mengumumkan bahwa Garibashvili telah memilih jalur kerja sama dengan penegak hukum guna mengakhiri ketidakpastian persidangannya.

Baca Juga :  Lebih dari Uang! 5 Alasan Orang Betah Kerja Meski Mereka Tidak Menyukai Pekerjaan Mereka

“Kantor Jaksa Agung Georgia telah menandatangani perjanjian pengakuan bersalah dengan terdakwa Irakli Garibashvili, di mana mantan perdana menteri tersebut dijatuhi hukuman 5 tahun penjara atas kejahatan berdasarkan Pasal 194, bagian tiga Kitab Undang-Undang Pidana Georgia,” ujar kantor tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Garibashvili tidak lagi melakukan pembelaan atas tuduhan yang diarahkan kepadanya. “Irakli Garibashvili mengakui kejahatan yang dilakukannya dan menyetujui ketentuan dalam perjanjian pengakuan bersalah,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Kasus yang menjerat pria yang menjabat sebagai PM pada periode 2013-2015 dan 2021-2024 ini berakar dari penyelidikan mendalam terhadap laporan kekayaannya. Penyidik menemukan bahwa Garibashvili terlibat secara ilegal dalam kegiatan bisnis serta memalsukan laporan penghasilan sepanjang tahun 2019 hingga 2024.

Baca Juga :  5 Efek Samping Berbahaya dari Obat Nyamuk Elektrik yang Perlu Diwaspadai!

Momen penentu terjadi pada operasi penggeledahan Oktober 2023. Saat itu, layanan khusus Georgia menemukan tumpukan uang tunai senilai lebih dari US$ 7 juta (sekitar Rp108,5 miliar) yang disembunyikan di rumah beberapa mantan pejabat tinggi, termasuk di kediaman Garibashvili sendiri.

Pemenjaraan Garibashvili mencetak sejarah baru di Georgia sebagai kali pertama seorang pejabat senior dari lingkaran elite pemerintahan menghadapi tuntutan hukum di tengah penindakan luas yang biasanya menyasar pemimpin oposisi.

Baca Juga :  Rivalitas Klasik Kembali Membara, Indonesia Hadapi Malaysia di GBK!

Hingga saat ia digiring ke balik jeruji besi, Garibashvili memilih untuk bungkam. Belum ada pernyataan publik yang keluar langsung dari bibirnya terkait penggerebekan maupun tuduhan yang kini telah ia akui tersebut.

Pada hari Senin, ia tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar lebih lanjut. Namun, pengacaranya telah memberikan konfirmasi singkat kepada media lokal bahwa proses penahanan terhadap Garibashvili telah dilaksanakan sepenuhnya sesuai putusan pengadilan.

Kini, Georgia menatap masa depan politik baru, di mana bayang-bayang korupsi di tingkat tertinggi mulai dibongkar satu per satu, dimulai dari orang paling tepercaya di pusat kekuasaan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber