Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Gebrakan di Kementerian Keuangan untuk Tingkatkan Penerimaan Pajak

0
PPN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : rmnews.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Langkah tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam membenahi lumbung pendapatan negara belum melambat. Setelah pekan lalu “mengocok ulang” jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), kini giliran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bersiap menghadapi perombakan besar-besaran pekan ini.

Gebrakan ini menjadi sinyal kuat bahwa sang Bendahara Negara sedang menjalankan misi besar yaitu menutup setiap celah kebocoran fiskal demi mengawal ambisi belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen Memperkuat Fiskal

Ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa perombakan personel di dua instansi krusial ini adalah kunci untuk menjaga stabilitas penerimaan pajak.

Baca Juga :  Geledah Kantor Pusat Pajak, KPK Bongkar Modus "All In" Suap Miliaran Rupiah

“Kemarin kan saya sudah tuh obrak-abrik bea cukai, minggu depan pajak. Jadi income akan membaik ke depan sehingga fondasi fiskal gak masalah lagi,” ujar Purbaya, dikutip Senin (2/2/2026).

Purbaya memandang langkah ini sebagai investasi jangka pendek untuk hasil jangka panjang. Menurutnya, dana yang terkumpul dari perbaikan sistem dan birokrasi ini akan dialokasikan langsung untuk menggerakkan roda ekonomi nasional.

“Dan uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jadi gak usah takut,” tambahnya optimis.

Menambal Kebocoran demi Target Besar

Langkah agresif ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Purbaya telah melantik 31 pejabat baru di lingkungan DJBC pada 28 Januari lalu. Fokus utamanya adalah memutus rantai inefisiensi dan memastikan tidak ada lagi setetes pun potensi penerimaan negara yang tumpah di luar kas negara.

Baca Juga :  Tangkal Pengemplangan Pajak, DJP Bangun Jaring Internasional dari Malaysia ke Korea Selatan

Mengingat target belanja negara yang tinggi di masa pemerintahan saat ini, Purbaya memilih untuk terjun langsung memantau dua sektor sensitif tersebut guna menekan defisit anggaran.

“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” tegasnya.

Strategi “Orang Dalam”

Menariknya, dalam proses “bersih-bersih” ini, Purbaya enggan menoleh ke pihak eksternal. Ia menyadari bahwa memimpin instansi teknis seperti Bea Cukai dan Pajak membutuhkan pemahaman mendalam tentang operasional lapangan.

Baca Juga :  Wacana Pengenaan PPN atas Jasa Jalan Tol Kembali Mengemuka, Pemerintah Masih Kajian

Alih-alih membawa wajah baru dari luar, ia memilih untuk memberikan panggung kepada talenta-talenta muda dari dalam instansi atau melakukan rotasi strategis antarpejabat. Baginya, mengambil orang luar justru berisiko menjadi bumerang karena keterbatasan pemahaman teknis yang bisa menghambat kinerja.

Pekan ini akan menjadi momen pembuktian bagi jajaran Direktorat Jenderal Pajak untuk bersiap mengikuti ritme cepat sang Menteri yang tengah berupaya mengokohkan fondasi ekonomi bangsa.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com