
NARASITODAY.COM, BOGOR- Sebanyak 44 siswa Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Kota Bogor mengikuti Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar UPTD PSC Gesit 119 Kota Bogor, Selasa (5/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis.
Workshop yang berlangsung di Aula SMAN 1 Kota Bogor tersebut memberikan pembekalan teori sekaligus praktik langsung penanganan kondisi darurat, mulai dari pemeriksaan korban tidak sadar, penanganan henti jantung, hingga prosedur keselamatan penolong sebelum tenaga medis tiba di lokasi.
Plt. Kepala UPTD PSC Gesit 119 Kota Bogor, Dewi Mustika Sari, menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai penolong pertama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kemampuan Bantuan Hidup Dasar adalah keterampilan vital. Pelajar bisa menjadi pihak pertama yang hadir di lokasi kejadian sebelum tenaga medis datang,” ujarnya usai kegiatan.
Dalam sesi interaktif, peserta juga dibekali prosedur pelaporan kegawatdaruratan melalui layanan 119, termasuk penyampaian identitas pelapor, lokasi kejadian, dan kondisi korban.
Sambil menunggu bantuan medis, peserta didorong untuk berani melakukan pertolongan pertama sesuai standar keselamatan.
Antusiasme siswa terlihat saat simulasi praktik berlangsung. Para peserta secara bergantian mempraktikkan langkah-langkah dasar pertolongan dengan pendampingan tim PSC Gesit 119.
Mewakili Kepala SMAN 1 Kota Bogor, Humas sekolah Yeti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa yang peduli, sigap, dan mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat,” katanya.
Melalui workshop ini, diharapkan pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat.
Sebagai informasi, PSC Gesit 119 Kota Bogor merupakan layanan kegawatdaruratan medis yang beroperasi 24 jam dan dapat diakses masyarakat untuk penanganan cepat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya respon dini dalam situasi darurat medis.
Wartawan : Andreas













