Free Porn
xbporn

buy twitter account buy twitter account liverpool escorts southampton escorts southampton elite escorts southampton escorts sites southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton ts escorts southampton escorts southampton escort guide shemale escort southampton escort southampton southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts ts escorts ts escorts liverpool escorts liverpool escorts liverpool escorts liverpool ts escorts liverpool escort models liverpool escort models liverpool ts escort liverpool ts escort liverpool shemale escorts liverpool escorts liverpool escorts liverpool escorts liverpool escorts london escorts london escorts london escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts southampton escorts liverpool escorts liverpool escorts london escorts liverpool escorts london escorts
  • Beranda
  • News
  • Bogor Raya
  • Sport
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Edukasi
  • Teknologi
  • Bisnis
pencarian
Minggu, 19 Juli 2026 - 06:48
Sign in
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Forgot your password? Get help
Password recovery
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
Narasitoday.com
Google search engine
  • Beranda
  • News
  • Bogor Raya
  • Sport
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Edukasi
  • Teknologi
  • Bisnis
Beranda News Pemerintah Inggris Ganti Logo Resmi, Picu Perdebatan Politik
  • News

Pemerintah Inggris Ganti Logo Resmi, Picu Perdebatan Politik

Editor :
Alysa
-
Kamis, 12 Februari 2026 - 09:56
0
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
    Pemerintah Inggris
    Ilustrasi Bendera Inggris untuk ajang Euro 2020.Foto : Istock

    NARASITODAY.COM, LONDON – Di koridor kekuasaan Whitehall, sebuah perubahan kecil namun sarat makna simbolis sedang terjadi. Pemerintah Inggris di bawah kendali Partai Buruh secara resmi mulai menghapus frasa “His Majesty’s Government” (HM Government) dari identitas komunikasinya, dan menggantinya dengan sebutan yang lebih lugas yaitu “UK Government” (Pemerintah Inggris).

    Langkah ini menandai pergeseran besar dari era pemerintahan Partai Konservatif (Tory), di mana lambang kerajaan dan referensi langsung kepada Raja Charles III menjadi standar baku dalam setiap dokumen negara hingga situs web resmi. Bagi sebagian pihak, ini adalah modernisasi tapi bagi yang lain, ini adalah serangan terhadap akar tradisi Inggris.

    Keputusan strategis ini dikonfirmasi oleh seorang menteri awal pekan ini, dengan alasan untuk menciptakan komunikasi yang lebih inklusif dan mudah dipahami publik. Namun, bagi oposisi sayap kanan, penghapusan referensi “Yang Mulia” dianggap sebagai upaya sistematis untuk menjauhkan rakyat dari tatanan konstitusional monarki.

    Baca Juga :  Menkomdigi: Kerjasama dengan Perusahaan Teknologi Global Penting untuk Mencetak Talenta Digital

    Politisi Partai Konservatif, Alex Burghart, menyuarakan kegeramannya atas langkah yang dianggapnya dilakukan secara “senyap” ini.

    “Sungguh khas bahwa Partai Buruh mencoba menghapus tradisi secara diam-diam,” kata Alex Burghart, seperti dikutip media setempat, Kamis (12/2/2026).

    Di sisi lain, juru bicara pemerintah segera menepis tudingan adanya agenda tersembunyi. Mereka menegaskan bahwa fokus utama adalah efektivitas pesan.

    “Langkah ini diambil demi kejelasan yang lebih besar dalam komunikasi pemerintah,” tegas sang juru bicara.

    Baca Juga :  Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Impor Ubi Kayu dan Etanol, Fokus Lindungi Petani dan Industri Strategis

    Di tengah perdebatan panas di parlemen, kelompok anti-monarki justru merayakan kebijakan baru ini. Graham Smith, pemimpin kelompok Republic, melihat perubahan logo ini sebagai pernyataan politik bahwa pemerintah adalah pelayan rakyat, bukan hamba mahkota.

    “Ini adalah langkah yang tepat dan mencerminkan tujuan sebenarnya mereka, melayani rakyat, bukan kaum berkuasa,” ujar Smith kepada The Daily Telegraph.

    Langkah pemerintah ini pun terjadi di saat yang sensitif bagi keluarga kerajaan. Sentimen publik terhadap monarki dilaporkan sedang mengalami erosi, sebagian besar dipicu oleh kembali mencuatnya skandal lama Pangeran Andrew dengan Jeffrey Epstein yang terus membayangi Istana Buckingham.

    Data menunjukkan bahwa kecintaan publik terhadap mahkota sedang diuji hebat. Jajak pendapat terbaru dari Savanta mencatat dukungan terhadap monarki merosot ke level 45%, turun tajam dari angka 57-59% pada bulan sebelumnya.

    Baca Juga :  Trump Kritik Inggris Soal Chagos, Sengketa Lama Kembali Mengemuka

    Meskipun Raja Charles III telah berupaya keras menjaga jarak dari adiknya yang kehilangan gelar tersebut, publik tampaknya masih terbelah. Menurut survei YouGov untuk Sky News, hampir 40% responden merasa sang Raja seharusnya bisa bertindak lebih tegas terhadap Andrew Mountbatten-Windsor.

    Kini, dengan hilangnya label “HM Government” dari kop surat resmi dan situs pemerintah, Inggris seolah sedang menulis babak baru dalam sejarahnya sebuah babak di mana identitas negara perlahan-lahan mulai didefinisikan ulang di luar bayang-bayang monarki.***

    Editor : Alysa

    Sumber : cnbcindonesia.com

    • TAGS :
    • Inggris
    • LOGO
    • PEMERINTAH
    Facebook
    Twitter
    Pinterest
    WhatsApp
      Berita sebelumyaIstana Kensington Tegaskan Sikap William dan Kate soal Epstein
      Berita berikutnyaTheresa Kusumadjaja, Perempuan Indonesia Pertama Tembus Nominasi Grammy
      Alysa

      BERITA TERKAITDARI PENULIS

      final Piala Dunia
      News

      Final Piala Dunia Pertegas Pertemuan Trump-Sanchez di Tengah Ketegangan

      Gempa
      News

      Gempa M 7,3 Guncang Meksiko, Negara Tetangga Ikut Rasakan Getaran

      Anwar
      News

      Malaysia Selidiki Dugaan Warga Israel Masuk, Anwar Ancam Deportasi

      BeritaTERBARU
      narasitoday.com

      Ruben Onsu

      Ruben Onsu Respons Kedekatan Giorgio dengan Anak, Ini Kata Kuasa Hukum

      Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:02
      Lindee Cremon

      Lindee Cremona Buktikan Karya Musik Lebih Penting dari Popularitas

      Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:51
      Vietnam

      Hadapi Vietnam di Semifinal, Indonesia Fokus Perbaiki Servis dan Receive

      Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:33
      Japan Open

      Putri KW Buru Kemenangan Perdana atas Akane di Semifinal Japan Open

      Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:16
      final Piala Dunia

      Final Piala Dunia Pertegas Pertemuan Trump-Sanchez di Tengah Ketegangan

      Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:07

      BeritaPOPULER
      narasitoday.com

      Gempa

      Gempa M 5,62 Guncang Selandia Baru, Belum Ada Peringatan Tsunami

      Jumat, 17 Juli 2026 - 08:52
      UU P2SK

      Gugatan UU P2SK Berpotensi Pengaruhi Rencana Patriot Bond

      Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31
      pencabulan

      Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Murid oleh Guru Ngaji di Parung, Korban...

      Senin, 13 Juli 2026 - 03:52
      nelayan

      Prabowo Tetapkan Harga Khusus Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal...

      Selasa, 14 Juli 2026 - 09:19
      Kongo

      Ebola Meluas ke Dua Provinsi Baru di Kongo, Korban Tewas Tembus...

      Selasa, 14 Juli 2026 - 08:30
      TENTANG KITA
      ALAMAT REDAKSI :
      Perum Graha Kartika Pratama Blok CC 2 Nomor 7
      Kelurahan Bojongbaru, Kecamatan Bojonggede
      Kabupaten Bogor, Jawa Barat

      PT. NARASI MEDIA SEJAHTERA

      No. Rek : BJB 0144 30116 1001
      Hubungi kami: [email protected]
      IKUTI KAMI
      • Profil Perusahaan
      • Susunan Redaksi
      • Kontak
      • Disclaimer
      • Pedoman Pemberitaan Media
      © Narasitoday.com 2026