Situasi Mencekam di Meksiko, Destinasi Wisata Ikut Terdampak

0
Kerusuhan di Meksiko. Foto: dok REUTERS/Henry Romero

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Situasi keamanan di Meksiko memanas setelah kabar kematian pimpinan kartel El Mencho. Kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah berdampak pada sektor perjalanan dan pariwisata.

Kedutaan Besar Amerika Serikat sempat mengeluarkan imbauan agar warganya berlindung di tempat, khususnya di destinasi favorit seperti Puerto Vallarta dan Guadalajara. Meski begitu, beberapa daerah lain dilaporkan relatif aman.

Mengutip laporan Hotel Investment Today (26/2/2026), kawasan Riviera Nayarit—termasuk Nuevo Vallarta, Sayulita, dan Punta Mita—ikut terdampak gangguan. Kota resor Mazatlan di pesisir Pasifik juga mengalami imbas situasi tersebut.

Pada Selasa, sejumlah wisatawan asal AS dievakuasi setelah Departemen Luar Negeri AS menyesuaikan peringatan perjalanan. Pelaku industri perhotelan menyatakan masih memantau perkembangan di lapangan.

Seorang eksekutif jaringan hotel besar di Meksiko menyebut operasional hotel sejauh ini tetap berjalan dan belum ada gangguan signifikan. Hal senada diungkapkan konsultan Leisure Partners di Mexico City, John McCarthy, yang menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait dampak terhadap performa hotel.

Baca Juga :  Perpisahan Ikonik, Dua Panda Kembar Jepang Akan Kembali ke China

Menurutnya, 36–48 jam pertama menjadi periode krusial untuk menunjukkan bahwa pemerintah mampu mengendalikan situasi. Ia juga menyebut aksi tersebut tampaknya lebih berorientasi pada dampak media, tanpa laporan korban sipil.

Jika kondisi tetap terkendali, peristiwa ini dinilai tidak akan dianggap sebagai faktor destabilisasi besar, melainkan sebagai respons tegas dari Presiden Claudia Sheinbaum dan pemerintahannya.

Pada Senin pagi, Sheinbaum menyatakan keadaan mulai mereda. Menteri Pertahanan Nasional Ricardo Trevilla Trejo mengungkapkan bahwa 2.500 personel tambahan telah dikerahkan ke negara bagian Jalisco, sehingga total sekitar 7.000 personel militer kini bersiaga di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Turnamen Basket 3x3 Internasional Kembali Hadir di Jakarta, Ajang Kualifikasi World Tour Fin

McCarthy menambahkan, pasar pariwisata biasanya lebih terpengaruh oleh ketidakstabilan jangka panjang dibanding satu insiden tunggal. Jika penanganan tetap efektif, dampak jangka panjang terhadap Puerto Vallarta dan industri perhotelan Meksiko diperkirakan minimal.

Beberapa destinasi utama dilaporkan tetap beroperasi. Wilayah seperti Yucatan, Quintana Roo, dan Oaxaca tidak termasuk area dengan eskalasi tinggi. Di Quintana Roo memang dilaporkan adanya pos pemeriksaan narkoba serta pembakaran bisnis di Cozumel, Playa del Carmen, Tulum, dan Cancun, namun tidak ada laporan kekerasan yang secara khusus menyasar turis.

Cancun sempat mengalami penundaan penerbangan dan gangguan terbatas, tetapi resor tetap menerima tamu. Wisatawan diimbau membatasi aktivitas di luar area hotel. Sementara itu, Kota Meksiko berada dalam penjagaan ketat dengan beberapa gangguan transportasi, meski objek wisata masih dibuka.

Baca Juga :  5 Alasan Pentingnya Memilih Hotel Dekat Tempat Wisata untuk Perjalanan yang Efisien!

Cozumel mengalami insiden lokal dan operasional pelabuhan kapal pesiar masih belum pasti. Berbeda dengan itu, Los Cabos dilaporkan tetap kondusif dan beroperasi normal.

Dari sisi korporasi, laporan Truist Securities menyebut Hyatt Hotels Corporation memiliki paparan terbesar di Meksiko dan Jalisco di antara perusahaan hotel publik AS, disusul Marriott International. Sementara Hilton Worldwide, Wyndham Hotels & Resorts, dan Choice Hotels International memiliki paparan lebih kecil.

Data CoStar menunjukkan sekitar 8,5% total kamar Hyatt berada di Meksiko, dengan sekitar 1% di Jalisco. Marriott memiliki sekitar 3,3% kamar di Meksiko dan 0,4% di Jalisco.

Di tengah situasi tersebut, industri pariwisata Meksiko sebenarnya sedang bertumbuh. Sepanjang Januari–Juli 2025, negara itu mencatat 47,4 juta kunjungan wisatawan, naik 13,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : detiktravel