NARASITODAY.COM, JAKARTA – Memasuki bulan puasa, banyak orang mengeluhkan bibir kering hingga pecah-pecah. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan atau perawatan yang kurang tepat. Perubahan pola makan dan minum selama Ramadan memang memengaruhi kondisi tubuh, termasuk kesehatan kulit dan bibir.
Berikut lima penyebab utama bibir retak saat berpuasa yang perlu diwaspadai:
1. Kurang Asupan Cairan (Dehidrasi)
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama belasan jam. Jika kebutuhan air tidak tercukupi saat sahur dan berbuka, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan. Salah satu tanda awalnya adalah bibir kering dan pecah-pecah.
Solusinya, terapkan pola minum cukup air di waktu berbuka hingga sahur, misalnya dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur).
2. Kekurangan Vitamin
Bibir retak juga bisa disebabkan kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C. Kedua vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan kulit.
Kurangnya konsumsi buah dan sayur selama puasa dapat memperparah kondisi ini. Pastikan menu sahur dan berbuka mengandung sayuran hijau, buah segar, serta sumber protein yang cukup.
3. Kebiasaan Menjilat Bibir
Tanpa disadari, banyak orang sering menjilat bibir saat terasa kering. Padahal, air liur justru membuat bibir semakin kering karena cepat menguap dan menghilangkan kelembapan alami.
Sebaiknya gunakan pelembap bibir (lip balm) yang aman dan tidak berlebihan, terutama sebelum tidur atau setelah berbuka.
4. Paparan Cuaca Panas dan AC
Aktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari langsung dapat mempercepat penguapan cairan dari permukaan kulit, termasuk bibir. Sebaliknya, ruangan ber-AC juga dapat membuat udara menjadi lebih kering.
Gunakan pelindung seperti lip balm dengan kandungan pelembap alami dan perbanyak konsumsi air saat waktu berbuka.
5. Kurangnya Perawatan Bibir
Bibir tidak memiliki kelenjar minyak sebanyak bagian kulit lainnya, sehingga lebih mudah kering. Tanpa perawatan sederhana seperti eksfoliasi ringan atau penggunaan pelembap rutin, bibir akan lebih rentan retak.
Membersihkan sisa kulit mati secara lembut seminggu sekali dan menjaga kelembapan bibir bisa membantu mencegah pecah-pecah.
Meski terlihat ringan, bibir retak dapat menimbulkan rasa perih hingga berdarah jika dibiarkan. Kondisi ini juga bisa mengganggu kenyamanan saat makan atau berbicara.
Menjaga asupan cairan, nutrisi seimbang, serta perawatan sederhana dapat membantu bibir tetap sehat sepanjang bulan puasa. Jadi, jangan abaikan bibir retak rawat sejak dini agar ibadah tetap nyaman dan lancar.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














