NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kanker menjadi salah satu penyakit serius yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk penyebab utama kematian di dunia dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Munculnya kanker dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan, pola hidup, hingga jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan tertentu dapat meningkatkan risiko kanker karena mengandung senyawa kimia bernama akrilamida. Zat ini biasanya terbentuk secara alami pada makanan yang dimasak dengan suhu tinggi, seperti melalui proses penggorengan atau pemanggangan.
Akrilamida umumnya muncul pada makanan berbahan dasar nabati yang tinggi kandungan pati. Banyak lembaga kesehatan mengklasifikasikan senyawa ini sebagai karsinogen potensial bagi manusia sehingga disarankan untuk membatasi konsumsinya.
Mengutip laporan dari Times of India, berikut beberapa makanan yang berpotensi menghasilkan kadar akrilamida cukup tinggi.
1. Camilan Kemasan dan Biskuit
Berbagai camilan seperti ciki dan biskuit sering diproses dengan suhu tinggi. Selain itu, produk ini biasanya juga mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet yang dapat memicu terbentuknya akrilamida.
Penelitian menemukan bahwa kadar akrilamida dalam biskuit dapat mencapai sekitar 160 hingga 1000 µg/kg.
2. Roti Panggang
Roti yang dipanggang hingga berwarna lebih gelap cenderung mengandung akrilamida lebih tinggi karena terpapar suhu panas dalam waktu tertentu.
Kadar akrilamida pada roti panggang diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 500 µg/kg, dengan kadar yang meningkat seiring warna roti yang semakin gelap.
3. Gorengan
Keripik kentang maupun berbagai makanan yang digoreng disebut sebagai salah satu sumber akrilamida terbesar.
Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna makanan, maka kandungan akrilamida juga bisa meningkat. Sebagai contoh, keripik kentang dapat mengandung sekitar 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg akrilamida, sementara kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.
4. Kopi
Senyawa akrilamida juga terbentuk saat proses pemanggangan biji kopi, khususnya pada tahap awal.
Kopi dengan tingkat sangrai ringan biasanya memiliki kadar akrilamida lebih tinggi dibandingkan kopi yang dipanggang hingga lebih gelap. Kopi seduh diperkirakan mengandung sekitar 5 hingga 20 µg/L akrilamida, sedangkan kopi instan bisa mencapai 100 hingga 400 µg/kg dalam bentuk bubuk.
5. Sereal
Produk sereal yang sering dijadikan menu sarapan praktis juga diproses melalui pemanggangan dengan suhu tinggi yang dapat memicu terbentuknya akrilamida.
Penelitian menyebutkan bahwa kadar akrilamida dalam sereal kemasan berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek serta metode pengolahannya. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














