Pasar Senen Jual Lingerie Bekas Impor, Lebih Variatif dan Murah dari Lokal

0
Pasar Senen
Ilustrasi kain warna-warni dan jeans.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Tumpukan pakaian bekas yang memenuhi lorong-lorong Pasar Senen, terselip pemandangan yang tak biasa yaitu deretan lingerie impor bekas yang mulai mencuri perhatian pengunjung. Meski jumlahnya tak sebanyak celana dalam atau bra biasa, pakaian tidur tipis ini menjadi buruan karena menawarkan kemewahan merek ternama dengan harga kaki lima.

Perbedaan kualitas dan desain menjadi alasan utama mengapa barang “secondhand” ini tetap diminati dibandingkan produk lokal baru. Para pedagang mengakui bahwa variasi desain dari luar negeri jauh lebih unggul dan unik.

Desain Variatif dan Merek Ternama

Neri, salah satu penjual pakaian dalam bekas di Pasar Senen, menjelaskan bahwa daya tarik utama barang dagangannya terletak pada estetika yang tidak monoton.

Baca Juga :  Mendag Budi Santoso Tegaskan Indonesia Tolak Jadi Negara Limbah Impor Barang Bekas

“Kalau impor bekas itu lebih bervariasi desainnya, enggak itu-itu saja, jadi pembeli bisa lihat-lihat dulu, kalau menarik, ya dibeli,” ujar Neri saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (9/3/2026).

Tak jarang, konsumen beruntung bisa menemukan label-label bergengsi seperti Victoria’s Secret, Wacoal, hingga La Perla di gantungan toko.

“Mereknya itu yang dicari biasanya, sudah bermerek, murah lagi, jadi di mana lagi yang seperti itu,” tambahnya.

Harga Miring di Bawah Rp100 Ribu

Selain faktor gengsi merek, harga yang sangat terjangkau menjadi magnet bagi para pembeli. Di saat harga lingerie baru di mal bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, di Pasar Senen harga dipatok sangat rendah.

  • Harga Tertinggi: Rp75.000
  • Rata-rata Harga: Rp70.000
Baca Juga :  Efisiensi BBM di Bogor Naik 44% Berkat Kebijakan Revolusioner ASN yang Diprakarsai Bupati Rudy Susmanto

“Kalau yang impor bekas, di toko kami ya paling mahal Rp75.000, enggak ada yang sampai di atas Rp100.000. Kalau lokal kan sudah pasti ada (yang di atas harga itu),” lanjut Neri.

Kualitas Bahan yang Tak Cepat Melar

Keunikan dan ketahanan bahan juga menjadi nilai plus. Mamang, pedagang lainnya, menekankan bahwa desain impor seringkali memiliki detail yang tidak ditemukan pada produksi lokal. Hal ini senada dengan pendapat Dewi, yang juga berdagang di area yang sama.

Baca Juga :  Lima Wakil Indonesia Siap Tempur di Semifinal Australia Open 2026, Peluang All Indonesian Final Terbuka

“Kalau impor bekas itu unik desainnya, yang tidak dapat ditemui di produksi lokal,” kata Mamang.

Dewi menambahkan bahwa secara fungsional, barang impor bekas ini masih memiliki kualitas fisik yang jempolan.

“Desain yang kedua, lumayan unik bentukannya, terus enggak gampang lentur,” jelas Dewi.

Bagi para pemburu thrifting, Pasar Senen tetap menjadi solusi untuk tampil mewah tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. “Harga Rp70.000, sudah bisa dapat yang merek-merek ternama, di mana lagi coba,” pungkas Dewi.**

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com