NARASITODAY.COM,NEW YORK – Indonesia menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan. Pemerintah juga mendesak agar dilakukan penyelidikan internasional secara menyeluruh, serta meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas atas peristiwa tersebut.
Dalam forum Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, mengungkapkan duka mendalam atas gugurnya para personel tersebut. Ia menyatakan bahwa rasa kehilangan, kemarahan, dan kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat internasional. Ia juga mengapresiasi gelombang simpati dan dukungan yang datang dari berbagai negara.
Sebagai bentuk penghormatan, Umar Hadi menyebutkan nama ketiga prajurit yang gugur, yaitu Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iscandar, Sersan Satu Muhammad Nurkwan, dan Prajurit Kepala Farahizal Ramadan. Mereka meninggal saat menjalankan tugas dalam situasi yang berbeda, baik di pos penjagaan maupun saat menjalankan misi logistik.
Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Selain korban jiwa, insiden tersebut juga menyebabkan lima personel lainnya mengalami luka-luka dan saat ini membutuhkan perawatan intensif.
Pemerintah Indonesia mendesak agar proses pemulangan jenazah dilakukan dengan cepat, aman, dan penuh penghormatan. Selain itu, perhatian serius juga diminta untuk memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.
Lebih lanjut, Indonesia menilai bahwa insiden ini tidak terlepas dari meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan. Pemerintah Indonesia menyatakan solidaritas penuh kepada Lebanon serta mengutuk tindakan militer yang dinilai melanggar kedaulatan negara tersebut.
Serangan yang terjadi dianggap bukan sekadar insiden biasa, melainkan tindakan yang berpotensi melemahkan peran UNIFIL dalam menjalankan mandatnya berdasarkan resolusi Dewan Keamanan. Bahkan, tindakan tersebut dinilai dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Indonesia pun menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa segera melakukan investigasi independen dan transparan. Hasil penyelidikan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh Dewan Keamanan, termasuk memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum.
Pemerintah juga menekankan bahwa tidak boleh ada kekebalan bagi pelaku pelanggaran terhadap penjaga perdamaian. Serangan semacam ini tidak boleh terulang dan harus menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Selain itu, Indonesia meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk Israel, untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan segala bentuk tindakan agresif yang dapat memperburuk situasi. Perlindungan terhadap personel dan aset PBB harus menjadi prioritas utama.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal untuk segera mengambil langkah darurat guna menjamin keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian. Upaya konkret dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














