Dua Keluarga Mendiang Jenderal Soleimani Ditangkap di AS Setelah Status Tinggal Dicabut

0
AS
Marco Rubio.Foto : nytimes.com

NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Di bawah langit Amerika yang kini semakin tidak ramah bagi loyalis Teheran, operasi senyap agen federal mengakhiri masa tinggal keluarga mendiang Jenderal Iran, Qassem Soleimani. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) secara resmi mengonfirmasi penangkapan keponakan dan keponakan buyut Soleimani pada Sabtu (4/4/2026) malam waktu setempat.

Ketegangan diplomatik yang membara sejak kematian Soleimani pada 2020 kini merembet ke urusan izin tinggal anggota keluarganya. Langkah ini diambil setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara pribadi mencabut status penduduk tetap sah (green card) mereka.

“Tadi malam, keponakan dan keponakan buyut dari mendiang Mayor Jenderal Korps Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani ditangkap oleh agen federal setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencabut status penduduk tetap sah mereka,” bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga :  NewJeans Resmi Bubar dari ADOR, Fokus Berkarier Secara Independen dengan NJZ

Jejak Digital dan Ideologi

Sosok keponakan yang ditangkap diidentifikasi sebagai Hamideh Soleimani Afshar, sementara putrinya yang merupakan keponakan buyut Soleimani tidak disebutkan namanya demi alasan hukum. Penangkapan ini bukan sekadar urusan administratif imigrasi, melainkan buntut dari pemantauan ketat terhadap aktivitas ideologis mereka.

Pemerintah AS menuduh Soleimani Afshar sebagai pendukung vokal rezim Iran yang mereka labeli sebagai totaliter. Bukti-bukti tersebut dihimpun dari laporan pers dan aktivitas media sosial pribadinya yang secara terang-terangan mendukung manuver Teheran.

Baca Juga :  Selatan Iran Diguncang Gempa Magnitudo 4,7, Warga Hormozgan Rasakan Guncangan Kuat

“Keduanya sekarang berada dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE),” tambah pernyataan tersebut tanpa merinci lokasi penahanan mereka. Tak hanya itu, suami Afshar pun kini secara resmi dilarang menginjakkan kaki di wilayah Amerika Serikat.

Langkah tegas pemerintahan Trump periode kedua ini tidak hanya menyasar garis keturunan Soleimani. Kabar penangkapan ini seakan menjadi genderang perang baru bagi kerabat pejabat Iran yang menetap di Negeri Paman Sam.

Putri dan menantu dari Ali Larijani, mantan kepala keamanan Iran yang tewas dalam serangan Israel pada Maret lalu, juga menerima nasib serupa. Status hukum mereka dicabut seketika. “Keduanya tidak lagi berada di Amerika Serikat dan dilarang masuk di masa mendatang,” tegas departemen tersebut.

Baca Juga :  Kematian Kharrazi Tambah Gelombang Duka di Balik Bayang-Bayang Kepemimpinan Iran yang Berubah

Melalui unggahan di platform X, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan pernyataan keras yang menegaskan arah kebijakan luar negeri AS saat ini.

“Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara kita menjadi rumah bagi warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika,” tulis Rubio.

Drama penangkapan ini seolah membuka kembali luka lama dari Januari 2020, saat pesawat tak berawak AS mengakhiri hidup Qassem Soleimani di Baghdad. Enam tahun berlalu, bayang-bayang sang Jenderal rupanya masih menjadi target utama Washington, kali ini dalam bentuk pembersihan administratif terhadap mereka yang memiliki ikatan darah dan ideologi dengannya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com