Delhi Terapkan Kebijakan WFH dan Larangan Perjalanan Dinas untuk Kurangi Penggunaan BBM dan Hemat Anggaran

0
India
Ilustrasi rang-orang membeli bensin dan solar serta mengisi bahan bakar kendaraan mereka di sebuah pompa bensin Indian Oil di Srisailam.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, DELHIJalanan Delhi yang biasanya bising oleh klakson dan kepulan asap kendaraan kini bersiap untuk sedikit lebih tenang. Menghadapi bayang-bayang krisis energi global akibat ketegangan geopolitik di Asia Barat, Pemerintah Delhi resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) selama dua hari dalam seminggu bagi para pekerja.

Kebijakan ini bukan sekadar upaya mengurai kemacetan kronis di ibu kota, melainkan strategi bertahan hidup negara untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menyelamatkan devisa. Melalui kampanye bertajuk “Mera Bharat, Mera Yogdaan” (Negaraku, Kontribusiku), Ketua Menteri Delhi, Rekha Gupta, menginstruksikan penghematan besar-besaran di seluruh lini.

Langkah Darurat di Tengah Konflik

Keputusan drastis ini dipicu oleh gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz yang mengancam ketahanan energi nasional India. Menindaklanjuti arahan Perdana Menteri Narendra Modi, Delhi memilih untuk memperketat ikat pinggang sebelum krisis benar-benar mencekik ekonomi.

Baca Juga :  Karyawan Dipecat Sepihak Diduga Korban Cuci tangan Manejemen SPBU Pondok Bujang, Genpar Unjuk Rasa 

“Sebagai bagian dari rencana ini, perusahaan swasta akan disarankan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah selama dua hari seminggu jika memungkinkan, sementara kantor pemerintah juga akan mengadopsi pengaturan serupa. Departemen Tenaga Kerja akan memantau implementasi di sektor swasta,” ujar Rekha Gupta sebagaimana dilansir dari Hindustan Times, Kamis (14/5/2026).

Pejabat Turun ke Metro, AC Kantor Dibatasi

Terlihat dari bagaimana para pejabat tinggi kini dipaksa meninggalkan zona nyaman mereka. Tidak ada lagi perjalanan dinas mewah ke luar negeri selama setahun penuh. Bahkan, setiap hari Senin, para menteri diwajibkan menggunakan moda transportasi umum Metro untuk memberi contoh bagi warga.

Baca Juga :  Harga BBM Non-Subsidi di Pertamina Tetap Stabil Per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Cerdas Mengelola Informasi

Selain WFH, pemerintah menetapkan sejumlah aturan teknis lainnya:

  • Efisiensi Suhu: AC di seluruh kantor instansi pemerintah wajib diatur pada kisaran 24°C hingga 26°C.
  • Moratorium Kendaraan: Larangan pembelian kendaraan dinas baru (bensin, diesel, maupun hibrida) selama enam bulan ke depan.
  • Jam Kerja Bertahap: “Pemerintah juga memutuskan untuk memperkenalkan jam kantor bertahap guna mengurai kemacetan sekaligus menghemat bahan bakar,” tambah Rekha.

Ajakan Untuk Rakyat

Kebijakan ini tidak hanya menyasar birokrasi, tetapi juga menyentuh gaya hidup masyarakat. Rekha Gupta berharap warga Delhi mau ikut memikul beban ini demi kedaulatan energi nasional.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Tekankan Pentingnya Data Akurat dalam Sensus Ekonomi 2026

“Masyarakat diimbau untuk merayakan satu hari tanpa kendaraan setiap minggu dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pada akhir pekan,” paparnya.

Demi memastikan efisiensi fiskal, seluruh acara publik dan konferensi besar ditiadakan selama tiga bulan ke depan. Puncaknya, penghematan ini ditutup dengan aksi simbolis namun nyata: “Langkah-langkah tersebut mencakup pejabat pemerintah dan menteri yang melakukan perjalanan dengan metro pada hari Senin,” pungkas Rekha.

Kini, Delhi tengah melakukan eksperimen besar membuktikan bahwa penghematan bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi tentang mengubah budaya gerak di tengah dunia yang sedang tidak menentu.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com