Pasar Tenaga Kerja Australia Melemah, Tingkat Pengangguran Melonjak ke Level Tertinggi dalam 4 Tahun

0
tenaga kerja
Ilustrasi mengatri untuk melamar pekerjaan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SYDNEY – Kondisi pasar tenaga kerja Australia secara tak terduga menunjukkan pelemahan signifikan pada April 2026. Jumlah pekerja di Negeri Kanguru dilaporkan merosot tajam, yang secara otomatis mendongkrak tingkat pengangguran ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Melansir laporan Reuters, Kamis (21/5/2026), data dari Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan jumlah tenaga kerja menyusut sebanyak 18.600 orang pada April jika dibandingkan dengan bulan Maret yang sempat mencatat kenaikan revisi sebesar 23.300 pekerja. Angka riil ini berbanding terbalik dengan proyeksi para analis pasar yang sebelumnya optimistis akan ada kenaikan 15.000 lapangan kerja baru.

Runtuhnya penyerapan tenaga kerja ini langsung meredam spekulasi panas di sektor finansial. Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), diprediksi kuat akan mengerem ambisinya dan tidak akan terburu-buru untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Harga Pertamax Tembus Rp16.250, Menkeu Purbaya Jamin Dampak Inflasi Bakal Minim

Redupnya Senyum di Sektor Ketenagakerjaan

Di balik deretan angka statistik tersebut, ada realitas pahit yang harus dihadapi oleh para pencari kerja di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Lapangan kerja penuh waktu (full-time) yang biasanya menjadi tumpuan stabilitas ekonomi keluarga, tercatat hangus sebanyak 10.700 posisi setelah sempat melonjak tajam pada bulan sebelumnya.

Kondisi ini memaksa tingkat pengangguran merangkak naik ke angka 4,5% sebuah rekor tertinggi yang belum pernah menyentuh level tersebut sejak November 2021 silam. Padahal, para analis sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran akan mampu bertahan di posisi 4,3%.

Kepala statistik tenaga kerja ABS, Sean Crick, memaparkan bahwa anomali pasar kerja pada April ini berada di luar prediksi musiman yang biasa terjadi. Sektor pekerja perempuan menjadi yang paling terpukul dalam dinamika kali ini.

Baca Juga :  Akhirnya Jelas! Penyebab Cristiano Ronaldo Tidak Mengambil Bagian dalam Pemungutan Suara Pemain Terbaik FIFA 2024

“Ini merupakan penurunan pertama pekerjaan perempuan sejak Agustus 2025,” ujar Sean Crick dalam keterangan resminya.

Crick menambahkan bahwa jumlah pengangguran pada April 2026 jauh lebih tinggi dibanding pola normal yang biasanya tercatat pada bulan-bulan tersebut, menandakan adanya kejenuhan akut di sektor korporasi untuk merekrut pegawai baru.

Sinyal Perlambatan dan Respons Pasar Keuangan

Sinyal lesu dari dunia kerja ini langsung direspons negatif oleh pasar finansial global. Begitu data ABS dirilis, mata uang dolar Australia langsung melemah 0,2% ke level US$0,7136. Di saat yang sama, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Australia tenor tiga tahun juga mengalami aksi jual hingga turun tajam 13,8 basis poin menjadi 4,568%.

Sebelumnya, RBA telah mengerek suku bunga acuan cukup agresif hingga menyentuh 4,35% demi meredam inflasi tahunan yang sempat meroket ke 4,6% pada Maret akibat lonjakan harga energi global.

Baca Juga :  Eksodus Jutawan Norwegia Kian Meluas, Pemerintah Tambah Pemasukan dari Pajak Kekayaan

Meskipun inflasi tersebut masih jauh di atas target ideal bank sentral di kisaran 2%-3%, data ketenagakerjaan yang melempem ini memaksa para pelaku pasar memangkas prediksi kenaikan suku bunga untuk bulan depan. Peluang RBA menaikkan suku bunga pada bulan Juni kini anjlok menjadi hanya 10% dari yang sebelumnya mencapai 20%.

Gejala mendinginnya pasar tenaga kerja Australia sebenarnya sudah mulai terendus dari indikator bisnis lainnya. Berdasarkan survei terbaru dari ANZ, indeks iklan lowongan kerja di media dan portal daring turun 0,8% pada April, menandai penurunan bulanan kedua berturut-turut.

Sementara itu, survei bisnis dari National Australia Bank (NAB) juga menunjukkan potret yang serupa, di mana indeks ketenagakerjaan mereka terjun bebas ke level +1 pada April, dari yang sebelumnya bertengger nyaman di posisi +6.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber