
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Megahnya jubah toga dan senyum yang mengembang, tersimpan kisah perjuangan luar biasa tentang manajemen waktu, ketahanan mental, dan kasih sayang seorang ibu. Erina Gudono resmi mengumumkan kelulusannya setelah menyelesaikan studi magister (Master of Science) di salah satu kampus elite dunia, University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat. Istimewanya, menantu Presiden Joko Widodo ini berhasil lulus dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4.00.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Minggu (24/5/2026), lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) ini membagikan momen bahagianya. Mengenakan toga kebanggaan UPenn, Erina tampak berfoto bersama sang suami, Kaesang Pangarep, serta putri kecil mereka, Bebingah Sang Tansahayu.
Bagi Erina, perjalanannya meraih gelar master kali ini terasa berkali-kali lipat lebih menantang sekaligus berkesan. Pasalnya, ia harus membagi waktu, energi, dan pikiran antara tumpukan tugas kuliah, target magang, serta merawat buah hatinya yang lahir di tengah masa studi.
“Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan gelar master pertama saya di University of Pennsylvania dan magang saya di UNESCO,” ungkap Erina dalam unggahan yang dikutip pada Senin (25/5/2026).
“Namun kebahagiaan terbesar dari perjalanan itu adalah menjadi ibu Bebingah..mengandungnya, menyambutnya ke dunia, dan membesarkannya di tengah-tengah studi saya,” kenangnya emosional.
Mengasuh Bayi di Antara Tenggat Jurnal Kuliah
Erina mengenang kembali malam-malam panjang penuh peluh saat dirinya harus menyusui dan mengasuh Bebingah, sembari jemarinya tetap sibuk mengetik jurnal ilmiah, menyelesaikan tugas kelompok, serta mengejar berbagai tenggat waktu (deadline) dari kampus.
Dalam proses melelahkan itu, Erina menyebut Kaesang Pangarep sebagai jangkar kekuatannya yang paling utama. Dukungan moral dan fisik dari sang suami membuatnya mampu bertahan melewati masa-masa kritis sebagai mahasiswa sekaligus ibu baru.
“Suami saya adalah pendukung terbesar saya sejak hari pertama dan saya benar-benar tidak akan pernah bisa cukup berterima kasih kepadanya,” tutur Erina.
“Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa cinta dan dukungan tanpa henti dari suami, keluarga, dan teman-teman saya yang telah membantu saya melewati setiap momen yang melelahkan dan indah.”
Bagi Erina, ijazah magister dari kampus Ivy League ini bukan sekadar validasi kemampuan akademis di atas kertas, melainkan sebuah simbol perjuangan hidup seorang perempuan.
“Gelar mungkin merupakan pencapaian akademis, tetapi bagi saya, itu adalah kisah tentang menjadi seorang ibu, ketahanan, dan cinta yang tumbuh bersamaan,” tegas Erina Gudono.
Menembus Kampus Pencetak Tokoh Dunia
Kilas balik pada tahun 2024, Erina Gudono berhasil lolos seleksi ketat untuk menjadi mahasiswa di program Master of Science pada Fakultas Policy and Practice, University of Pennsylvania, lengkap dengan raihan beasiswa parsial.
Saat itu, Erina sebenarnya juga dinyatakan diterima di Columbia University untuk dua program sekaligus, yaitu Master Public Administration dan Master Social Work. Namun, berdasarkan pertimbangan matang bersama Kaesang, UPenn akhirnya dipilih karena menawarkan sistem perkuliahan yang dinilai lebih fleksibel dan akomodatif bagi kondisi Erina yang kala itu sedang mengandung.
Pilihan tersebut terbukti tepat. Erina kini resmi menjadi bagian dari ikatan alumni UPenn, sebuah universitas riset swasta legendaris yang didirikan sejak tahun 1740. Kampus yang masuk dalam jaringan elite Ivy League ini dikenal telah melahirkan deretan tokoh berpengaruh dunia, mulai dari investor kakap Warren Buffett, taipan teknologi Elon Musk, musisi John Legend, hingga Donald Trump.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













