
NARASITODAY.COM, SEOUL – Setelah satu dekade menjadi bagian penting dari gemerlap industri K-Pop bersama NCT, Mark Lee resmi menabuh genderang kebebasan artistiknya. Penyanyi dan rapper berbakat ini mengumumkan langkah strategis dalam perjalanan kariernya dengan mendirikan sebuah perusahaan kreatif mandiri yang diberi nama Upper Room.
Langkah berani ini menjadi penanda dimulainya era baru bagi musisi kelahiran 1999 tersebut untuk menjelajah lebih dalam ke ruang-ruang visi musik serta proyek seni independen yang idealis di masa depan.
Pengumuman ini datang tepat sekitar dua bulan setelah Mark memutuskan hengkang dari NCT dan SM Entertainment pada 3 April lalu, mengakhiri kerja sama erat yang telah terjalin selama 10 tahun.
Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada Kamis (4/6/2026), manajemen teranyarnya menegaskan bahwa perusahaan ini akan menjadi kompas utama bagi seluruh petualangan estetika Mark ke depan.
“Mark telah resmi meluncurkan perusahaan kreatif Upper Room, yang akan berfungsi sebagai titik awal bagi musik, visi kreatif, serta berbagai proyek yang akan ia jalani di masa depan,” tulis pihak Upper Room.
Menariknya, agensi independen ini tidak dibangun Mark seorang diri. Ia merajut mimpi ini bersama barisan rekan kerja lamanya orang-orang di balik layar yang telah memupuk kepercayaan mendalam dan mengawal proses kreatifnya selama bertahun-tahun di industri hiburan.
Melawan Arus AI dengan Sentuhan Manual
Upper Room dirancang bukan sekadar sebagai label musik konvensional. Perusahaan ini memiliki blueprint besar untuk mengawinkan berbagai lini konten secara organik dan multidimensi, mulai dari produksi video sinematik, seni visual yang dikurasi, hingga seni pertunjukan panggung yang megah demi memperkaya semesta kreatif seorang Mark Lee.
Filosofi di balik nama “Upper Room” pun menyimpan makna emosional yang mendalam. Nama tersebut sengaja dipilih bukan untuk menggambarkan sebuah batasan ruang fisik yang kaku, melainkan merepresentasikan sebuah tempat bernaung dan berkumpul bagi orang-orang dengan frekuensi visi serta tujuan yang sama. Di dalam ruang tersebut, mereka diharapkan bisa saling menularkan inspirasi dan mendobrak batas-batas peluang baru.
Sebagai gong pembuka, Upper Room merilis serangkaian video visual melalui akun media sosial resmi mereka. Uniknya, konsep klip perkenalan tersebut mengambil inspirasi dari estetika era mesin cetak bergerak abad ke-15.
Guna menyuarakan pesan kuat tentang keaslian rasa dan keahlian tangan manusia di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan yang kian masif, seluruh visual dalam video tersebut diproduksi secara manual tanpa menggunakan bantuan citra buatan AI (Artificial Intelligence) sedikit pun. Sebuah manifesto seni murni yang tegas, bahwa Upper Room siap membawa identitas otentik Mark Lee ke tingkat yang lebih tinggi.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com












