NARASITODAY.COM – Di tengah kesibukan dunia, umat Muslim kembali diingatkan akan amalan sunnah yang memiliki keutamaan istimewa: puasa Ayyamul Bidh. Ibadah yang dikerjakan setiap pertengahan bulan dalam kalender Hijriah ini bukan sekadar tradisi, melainkan tuntunan langsung dari Rasulullah SAW.
Kisah tentang amalan ini berakar dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat. Salah satunya adalah wasiat mulia yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Abu Darda RA.
“Kekasihku (Rasulullah SAW) berpesan kepadaku agar tidak sekali-kali meninggalkan tiga hal selama hidupku, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dan supaya aku tidak tidur sebelum mengerjakan salat Witir,” demikian bunyi hadits riwayat Muslim yang menjadi landasan penting anjuran puasa tiga hari di setiap bulan kamariah.
Lebih lanjut, Imam Nawawi melalui karyanya yang monumental, Syarah Riyadhus Shalihin, memberikan penjelasan yang lebih spesifik mengenai waktu pelaksanaan puasa ini. Dalam terjemahan Misbah, beliau menerangkan bahwa “tiga hari yang dimaksud pada hadits tersebut adalah tanggal 13, 14 dan 15 dalam bulan kamariah.” Penjelasan ini diperkuat oleh hadits lain yang diriwayatkan oleh Qatadah bin Milhan RA, yang menyampaikan, “Rasulullah SAW menyuruh kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud).
Lantas, mengapa ibadah ini dinamakan Ayyamul Bidh? Buku “Panduan Praktis Ibadah Puasa” karya Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim mengungkapkan alasannya. Penyebutan ini dikarenakan hari-hari tersebut bertepatan dengan puncak bulan purnama.
Pada saat itu, lingkaran cahaya bulan tampak sempurna, menyinari malam dengan keindahan yang memukau. Kata “Bidh” sendiri dalam bahasa Arab berarti “putih” atau “cemerlang”, merujuk pada terangnya malam-malam tersebut.
Menjelajahi Jadwal Ayyamul Bidh di Bulan April 2025
Bagi umat Islam yang ingin mengamalkan sunnah ini, penting untuk mengetahui jadwal pelaksanaannya. Merujuk pada Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, jadwal puasa Ayyamul Bidh untuk bulan April 2025 adalah sebagai berikut:
- Sabtu, 12 April 2025 / 13 Syawal 1446 H
- Minggu, 13 April 2025 / 14 Syawal 1446 H
- Senin, 14 April 2025 / 15 Syawal 1445 H
Lafal Niat yang Mengiringi Ketulusan Hati
Sebelum melaksanakan ibadah puasa ini, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat. Berikut adalah lafal niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu sauma Ayyaamal Bidh sunnatan lillaahi Ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta’ala.”
Harmoni dalam Ibadah: Menggabungkan Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal
Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan dan dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal selama enam hari, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan menggabungkannya dengan puasa Ayyamul Bidh yang juga jatuh di bulan Syawal.
Wahbah Az Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillathuhu (Edisi Indonesia) memberikan pandangan bahwa “menggabungkan dua niat ibadah yang hukumnya sunnah maka hukumnya sah-sah saja. Ini termasuk menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Syawal.”
Pendapat ini juga sejalan dengan pandangan ulama Syafi’iyyah. Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ menjelaskan lebih lanjut mengenai pentingnya penentuan niat dalam ibadah sunnah.
“Semestinya disyaratkan ta’yin (penyebutan nama puasa di niat) dalam puasa rawatib seperti puasa ‘Arafah, puasa Asyura, puasa Bidh (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), dan puasa enam hari Syawal seperti ta’yin dalam salat rawatib,” terang Iman an-Nawawi yang diterjemahkan Hanif Luthfi dalam buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah.
Dengan demikian, umat Islam memiliki keluasan dalam menjalankan ibadah sunnah. Mereka dapat memilih untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh secara terpisah untuk meraih keutamaannya, atau menggabungkannya dengan niat puasa Syawal untuk mendapatkan pahala ganda.
Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan setiap amalan karena Allah SWT. Puasa Ayyamul Bidh bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada Sang Khalik di hari-hari yang bercahaya.***














