Komplotan Penculik Santri Rejoso Incar Target Terkait Narkoba, Korban Malah Santri Tak Bersalah

0
Komplotan Penculik Santri Rejoso Incar Target Terkait Narkoba, Korban Malah Santri Tak Bersalah.foto:suarasurabaya

NARASITODAY.COM – Malam nahas bagi MS (18), seorang santri Pondok Pesantren Metal Rejoso, Pasuruan, berubah menjadi mimpi buruk tatkala sekelompok pria tak dikenal menculiknya secara tiba-tiba. Namun, bak drama salah alamat, terungkap kemudian bahwa MS ternyata hanyalah korban dari sebuah rencana penculikan yang keliru sasaran. Komplotan tersebut sejatinya mengincar seorang pria berinisial R, yang diduga terlibat dalam pusaran gelap jual beli narkotika.

“Korban [MS] ini murni salah sasaran,” tegas Komisaris Besar Polisi Farman, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, memberikan keterangan pers pada Rabu (23/4/2025). Pernyataan ini bak oase di tengah kebingungan dan kekhawatiran yang sempat menyelimuti pihak pesantren dan keluarga korban.

Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur, Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, merinci lebih lanjut kronologi kejadian yang mengejutkan ini. Menurutnya, saat para pelaku tiba di lokasi kejadian, sebuah toko di Jalan Raya Pantura, Rejoso, Pasuruan, pada Senin malam (21/4/2025), mereka melakukan kesalahan identifikasi. Figur MS, yang saat itu tengah membeli keperluan, disangka sebagai R, individu yang menjadi target utama penculikan.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor dan PEKA PWI Sampaikan Duka Mendalam atas Banjir Bandang di Sukabumi

Motif di balik aksi nekat ini pun perlahan terkuak. Jumhur menjelaskan bahwa para pelaku mencari R dengan tujuan menculiknya. Informasi dari para pelaku menyebutkan bahwa R diduga kuat menerima sebuah paket berisi narkoba jenis sabu, yang merupakan pesanan dari seorang berinisial P.

Sosok P ini kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian alias buron. “Paket sabu tersebut tidak diberikan [R] kepada P,” ungkap Jumhur, membeberkan akar permasalahan yang berujung pada aksi kriminal ini.

Merasa dirugikan, P kemudian memerintahkan anak buahnya untuk “mengamankan” R. Namun, ironisnya, eksekusi di lapangan berjalan serampangan. Bukannya R yang berhasil mereka sekap, melainkan MS, santri yang tak tahu menahu soal transaksi haram tersebut, yang menjadi korban salah culik.

Baca Juga :  Pesta Narkoba di Hotel Mewah Kuala Lumpur Digerebek, 51 Pria Ditangkap dan Satu Tewas

Kisah pilu ini bermula ketika MS tengah berbelanja di sebuah toko di Jalan Raya Pantura, Rejoso. Tanpa disangka, sekelompok pria dengan sigap meringkusnya dan membawanya kabur. Beruntung, kesigapan aparat kepolisian berhasil membuahkan hasil. Pada Selasa (22/4/2025), komplotan penculik berhasil dicegat dan diringkus saat melintas di Tol Kebomas, Gresik, bersama dengan korban MS.

Trauma mendalam tentu membekas di benak MS. Dari pengakuannya kepada pihak berwajib, selama dalam penyekapan, ia tak hanya kehilangan kebebasan, tetapi juga mengalami penganiayaan fisik dan bahkan sempat ditodong dengan senjata air soft gun.

Polisi tidak tinggal diam. Tujuh orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi penculikan ini berhasil diamankan. Mereka adalah SG alias SK (25), warga Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang berperan sebagai eksekutor utama; AE (34), warga Rejoso, Pasuruan, yang bertindak sebagai penodong korban dengan air soft gun; P, warga Gubeng, Kota Surabaya, yang juga terlibat dalam eksekusi; dan MHR (32), warga Tegalsari, Kota Surabaya, yang turut melakukan eksekusi. “Mereka semua sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Kombes Pol. Farman, menandakan bahwa proses hukum akan segera bergulir.

Baca Juga :  Konflik Memuncak di Iran dan Wilayah Sekitarnya, Pasar Global Geger

Kisah penculikan salah sasaran ini menjadi pengingat betapa berbahayanya tindakan main hakim sendiri dan betapa pentingnya kehati-hatian dalam bertindak, terlebih jika melibatkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sementara MS berusaha memulihkan diri dari trauma yang dialaminya, pihak kepolisian terus memburu P, otak di balik rencana penculikan yang salah alamat ini, demi menuntaskan kasus yang menggemparkan Pasuruan ini.***