2 Tahun Pacaran, Luna Maya dan Maxime Bouttier Akhirnya Resmi Jadi Suami Istri

0
2 Tahun Pacaran, Luna Maya dan Maxime Bouttier Akhirnya Resmi Jadi Suami Istri

NARASITODAY.COM – Di bawah langit cerah Gianyar, Bali, Rabu (7/5/2025), aktris dan model Luna Maya akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya. Dengan balutan kebahagiaan dan keintiman, ia dan Maxime Bouttier resmi mengikat janji suci sebagai pasangan suami istri.

Momen yang telah lama dinanti publik itu terasa hangat, namun di balik senyum bahagia Luna, tersimpan kisah penuh kesadaran dan perencanaan tentang masa depan.

Jauh sebelum hari bahagia itu tiba, tepatnya sejak 2021, Luna Maya sudah memikirkan satu hal penting dalam hidupnya: menjadi ibu. Ia memilih menjalani prosedur pembekuan sel telur (egg freezing) sebuah langkah medis yang memberi ruang bagi perempuan untuk tetap memiliki kesempatan menjadi orang tua meskipun usia terus bertambah.

Baca Juga :  Bupati Bogor Resmi Membuka Gebyar Pelayanan Publik Dalam Semarak Kemerdekaan RI Ke-80 Untuk Masyarakat

“Dan aku pikir dengan teknologi dan pola hidup aku. Aku rasa aku cukup sehat seusiaku dan aku masih punya energi itu. Dan entah kenapa aku merasa, aku tidak terbebani usia sih, gak tahu kenapa,” ujar Luna Maya dalam wawancara tahun 2022.

Keputusan Luna bukan tanpa dasar. Dalam dunia medis, egg freezing kini menjadi opsi yang semakin banyak dipilih perempuan modern, terutama yang ingin memberi waktu lebih panjang bagi perjalanan karier, atau belum menemukan pasangan hidup di usia subur mereka.

Baca Juga :  Dua Tahun Pernikahan, Kisah Cinta Pratama Arhan dan Azizah Salsha Tamat di Meja Pengadilan

Dokter spesialis kandungan, dr Muhammad Fadli, SpOG, menjelaskan bahwa setiap perempuan memang terlahir dengan sekitar 2 juta sel telur, namun jumlah itu terus menyusut seiring usia. Saat perempuan pertama kali menstruasi, biasanya hanya tersisa 200–300 ribu sel telur, dan kualitasnya terus menurun seiring waktu.

“Seiring waktu, terkadang telur-telur yang bagus, dengan kromosom-kromosom atau genetik-genetik yang bagus, itu habis dan terlewatkan pada usia-usia muda,” jelas dr Fadli kepada detikHealth.

“Belum juga karena faktor lifestyle, mungkin keadaan-keadaan lain yang bisa menurunkan angka cadangan telur,” tambahnya.

Prosedur egg freezing idealnya dilakukan sebelum usia 35 tahun. Melibatkan stimulasi hormon, panen sel telur (ovum pick-up), lalu penyimpanan di lemari pendingin khusus, teknologi ini menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan. Saat waktunya tiba, sel telur bisa digunakan lewat proses bayi tabung (IVF).

Baca Juga :  Luhut Binsar Pandjaitan Akan Laporkan Tantangan Investasi kepada Presiden Prabowo Subianto

“Kalau sudah punya anak, nanti melalui IVF. Sel telurnya diencerin, setelah itu ditemukan dengan sperma, dan terbentuklah embrio. Baru nanti diimplan transfer ke dalam rahim,” jelas dr Fadli.

Kini, dengan hati yang mantap dan pasangan yang ia cintai di sisinya, Luna Maya telah menyatukan pilihan hidup dan langkah medisnya dalam sebuah tujuan: menyambut masa depan tanpa diburu waktu.***