Gudang Bulog Kebanjiran Beras, Stok Meroket hingga 4,2 Juta Ton

0
Bulog
Ilustrasi Beras Bulog yang akan didistribusikan kepada masyarakat.foto:istock

NARASITODAY.COM – Pada semester pertama tahun 2025, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp16,6 triliun kepada Perum Bulog sebagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa investasi ini ditujukan untuk memastikan stabilitas harga beras dan melindungi petani dari potensi kerugian saat masa panen.

“Dana sebesar Rp16,6 triliun berguna untuk menjaga penguatan cadangan pangan dan yang paling penting menjaga stabilitas harga beras pada saat panen sehingga tidak merugikan petani,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (29/7/2025).

Baca Juga :  Minyak Goreng Jadi Barang Langka di Iran, Pemerintah Janjikan Bantuan Tunai Tapi Tak Cukup

Tidak hanya menyasar beras, pemerintah juga memanfaatkan dana tersebut untuk menyerap produksi jagung sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Tujuannya adalah menjaga insentif bagi petani untuk tetap menanam sambil menjamin keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Ini semuanya ditujukan agar petani tetap menanam harga dari panen yang terjaga namun konsumen tetap bisa mengkonsumsi dengan tingkat yang stabil dan terjaga affordable,” lanjutnya.

Pemerintah turut melakukan deregulasi terhadap sekitar 145 aturan distribusi pupuk guna mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani pada waktu tanam yang tepat. Kebijakan ini terbukti efektif, di mana produksi beras nasional meningkat sebesar 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 19,09 juta ton sepanjang Januari hingga Juni 2025.

Baca Juga :  Calon Bupati Bogor Rudy Susmanto Kunjungi KAAS Farm, Dorong Pengembangan Peternakan Lokal

“Dengan kinerja di sektor tanam-panganan beras tersebut, maka pertumbuhan sektor pertanian agrikultur di triwulan 1 2025 mencapai 10,52% year on year. Sementara itu keadaan beras di Bulog juga mencakupkan tertinggi dalam sejarah,” tambah Sri Mulyani.

Baca Juga :  Rudy Susmanto-Jaro Ade Gulirkan Program Ngantor di Desa dan Lapor Pak untuk Serap Aspirasi Masyarakat

Kementerian Pertanian turut mencatat bahwa stok beras di gudang Bulog telah menyentuh angka 4,2 juta ton angka tertinggi sejak Bulog berdiri pada tahun 1969.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa tambahan beras sebesar 2,6 juta ton telah masuk ke gudang Bulog sepanjang semester I/2025. Bahkan menurutnya, stok beras Indonesia belum pernah menembus angka 3 juta ton pada 2013, meski saat itu stok awal tahun tercatat 2,19 juta ton.***

sumber:cnbc

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday