NARASITODAY.COM, MANILA – Kabinet Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dilanda krisis serius setelah dua menteri seniornya, Sekretaris Eksekutif Lucas Bersamin dan Menteri Anggaran dan Manajemen Amenah Pangandaman, mengundurkan diri pada Selasa (18/11/2025). Pengunduran diri ini terjadi di tengah penyelidikan besar-besaran terhadap dugaan korupsi miliaran dolar dalam proyek infrastruktur pengendali banjir.
Pengunduran diri kedua pejabat tinggi tersebut, yang dikonfirmasi oleh pejabat pers istana kepresidenan, Claire Castro, menandai masuknya pejabat dengan peringkat tertinggi ke dalam pusaran skandal yang terungkap sejak Juli lalu.
Media lokal The Philippines Inquirer melaporkan bahwa pengunduran diri ini merupakan pengakuan atas tanggung jawab mereka.
“Keduanya memilih mundur setelah departemen mereka disebut dalam tuduhan terkait anomali pengendalian banjir dan sebagai pengakuan atas tanggung jawab untuk membiarkan pemerintahan menangani masalah tersebut secara tepat,” demikian dilaporkan media lokal The Philippines Inquirer.
Skandal ini bermula ketika Presiden Marcos Jr. sendiri mengungkapkan di Kongres bahwa dana publik untuk proyek anti-banjir senilai miliaran dolar telah disalahgunakan atau dicuri oleh kontraktor. Akibatnya, infrastruktur yang seharusnya dibangun untuk melindungi warga dari bencana banjir yang rutin melanda Filipina ternyata tidak memenuhi standar atau bahkan tidak pernah dibangun.
Peristiwa ini makin memperdalam krisis kepercayaan yang dihadapi pemerintahan Marcos Jr., memicu protes massa di seluruh Filipina. Demonstrasi besar pada Minggu lalu di Manila bahkan menarik sekitar 500.000 orang, menuntut transparansi dan akuntabilitas.
Menurut Aries Arugay, seorang pakar politik Filipina, pengunduran diri dua menteri senior ini merupakan langkah strategis dari istana kepresidenan.
“Pada saat ini, istana berusaha untuk mengeluarkan presiden dari masalah ini, dan inilah mengapa Anda memiliki ‘pengunduran diri’ dari Sekretaris Eksekutif, Menteri Anggaran. Merekalah yang menerima tanggung jawab komando atas hal ini,” kata Arugay kepada Al Jazeera.
Dengan mundurnya Bersamin dan Pangandaman, istana tampaknya berupaya mengambil tanggung jawab komando dan menjaga citra Presiden Marcos Jr. agar tidak terseret lebih jauh ke dalam skandal korupsi yang berkaitan langsung dengan keselamatan publik.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














