Dari 1985 hingga Kini, Maskot SEA Games Jadi Simbol Khas Persatuan Asia Tenggara

0
Maskot SEA Games
Modo dan Modi, Maskot SEA Games 2011. Foto: Getty Images/Cameron Spencer

NARASITODAY.COM, JAKARTAMaskot SEA Games bukan sekadar representasi visual semata, melainkan simbol penting yang menjadi identitas unik, warisan budaya, dan semangat persatuan negara tuan rumah di kawasan Asia Tenggara. Tradisi maskot ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 oleh Thailand dengan gajah putih bernama “Chang”.

Tujuan utama maskot adalah untuk mempromosikan sportivitas di antara negara-negara partisipan, sejalan dengan semangat ajang olahraga dwitahunan ini.

Sejak debut Chang, setiap negara tuan rumah berupaya menanamkan filosofi mendalam yang merefleksikan budaya dan karakter nasional mereka ke dalam maskot.

Beberapa maskot paling ikonik dan filosofinya meliputi:

  • Indonesia (1997) – Hanuman: Tokoh kera putih dari kisah Ramayana ini melambangkan ketulusan dan sportivitas. Warna emas dan hitam melambangkan kualitas, sejalan dengan motto pertandingan: “Semoga yang terbaik menang.”
  • Indonesia (2011) – Modo dan Modi: Sepasang Komodo, hewan endemik yang mengenakan sarung dan kebaya. Nama “Modo-Modi” merupakan modifikasi dari Muda-Mudi, melambangkan semangat pemuda Indonesia.
  • Vietnam (2003) – Trau Vang: Kerbau emas yang melambangkan keinginan akan panen melimpah, kebahagiaan, dan semangat bela diri Vietnam.
  • Filipina (2005) – Gilas: Elang Filipina yang menjadi simbol keanggunan, kekuatan, kebanggaan, dan semangat juara para atlet. Nama Gilas sendiri berarti lincah, kuat, cerdas, dan tajam.
  • Myanmar (2013) – Shwe Yoe dan Ma Moe: Sepasang burung hantu yang dianggap sebagai jimat keberuntungan dalam tradisi Burma, sekaligus melambangkan kebijaksanaan.
  • Kamboja (2023) – Borey dan Rumduol: Dua kelinci yang mengenakan pakaian Bokator, seni bela diri tradisional Kamboja, merefleksikan identitas nasional tuan rumah.
Baca Juga :  Atletik Indonesia Tutup Kiprah Asian Indoor Championships 2026 Tanpa Medali tapi Pecah PB

Thailand 2025: Mengangkat Kebanggaan Nasional

Pada gelaran SEA Games yang akan datang di Thailand (2025), maskot resmi diberi nama “The Sans”. Maskot ini mengadopsi warna bendera nasional Thailand merah, putih, dan biru untuk melambangkan kebanggaan nasional.

Baca Juga :  Empat Tim Lolos ke Semifinal Liga Europa Setelah Duel Sengit di Leg Kedua

Penggunaan warna-warni ini, menurut penyelenggara, menjadi simbol kebanggaan Thailand yang membawa semangat bangsa menuju panggung Asia Tenggara dan dunia.

Berikut adalah rangkuman maskot SEA Games dari tahun ke tahun:

Tahun & Tuan Rumah Maskot Hewan/Objek Filosofi Kunci
1985 & 1995 Thailand Chang (Kucing Siam) / Sawasdee (Kucing Siam) Kucing Siam Keberuntungan, Kemakmuran, Salam/Perpisahan
1989 Malaysia Johan Kura-Kura Semangat olahraga
1991 Filipina Kiko Labuyo Ayam Jantan Binatang khas Filipina
1993 & 2015 Singapura Singa / Nila Singa Sambutan hangat, Kehangatan
1997 Indonesia Hanuman Kera (Ramayana) Ketulusan, Sportivitas
1999 Brunei Awang Budiman Anak Laki-Laki Bijaksana, Sopan Santun
2001 & 2017 Malaysia Si Tumas / Rimau Tupai Emas / Harimau Malaya Ramah, Kemenangan / Kekuatan, Keberanian
2003 Vietnam Trau Vang Kerbau Emas Kemakmuran, Semangat Bela Diri
2005 Filipina Gilas Elang Filipina Keanggunan, Kekuatan, Kebanggaan
2009 Laos Champa dan Champi Rusa Kartun Kedamaian dan Kebahagiaan
2011 Indonesia Modo dan Modi Komodo Semangat Muda-Mudi
2013 Myanmar Shwe Yoe dan Ma Moe Burung Hantu Keberuntungan, Kebijaksanaan
2019 Filipina Pami Elang Filipina Keluarga (Pamilya)
2021 Vietnam Sao La Mamalia Langka Ramah, Cakap (seperti atlet)
2023 Kamboja Borey dan Rumduol Kelinci (Pakaian Bokator) Warna Bendera, Identitas Nasional
2025 Thailand The Sans Warna Bendera Nasional Kebanggaan Nasional
Baca Juga :  Bank Jatim Waspadai Kharisma Premium di Laga Pembuka Livoli Divisi Utama 2025

 

Editor : Alysa

Sumber : detik.com