Aksi Kekerasan Kepala Dusun di Bogor Viral, Kini Ia Meminta Maaf dan Mengakui Kesalahan

0
Kepala Dusun
Kepala Dusun meminta maaf setelah insiden cekcok dengan warga yang sempat terekam kamera.Foto : dok.Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR – Ketegangan yang sempat memuncak di kantor Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, akhirnya mendingin. Sebuah insiden cekcok yang berujung aksi ‘main tangan’ antara seorang Kepala Dusun (Kadus) dan warga berakhir di meja mediasi. Sang pamong desa kini secara terbuka mengakui kekhilafannya dan meminta maaf atas luapan emosi yang tak terkendali.

“Saya kadus satu meminta maaf atas kejadian kemarin,” ujar sang pejabat dusun melalui sebuah video klarifikasi yang beredar luas pada Selasa (23/12/2025).

Prahara di pinggiran Kabupaten Bogor ini bermula dari rasa frustrasi warga. Tercatat, warga tersebut sudah tiga kali bolak-balik ke kantor desa demi menemui Kepala Desa (Kades), namun sang pimpinan selalu sedang bertugas di luar kantor.

Baca Juga :  Singapura Larang Penjualan Kompor Listrik Plasma Karena Risiko Tinggi

Rasa kesal karena dianggap tak mendapat pelayanan memicu warga tersebut untuk merekam situasi kantor desa dengan niat memviralkannya. Namun, tindakan itu justru menyulut api kemarahan Kadus yang saat itu berada di lokasi.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mengungkapkan bahwa sang Kadus bertindak reaktif karena tidak terima atasannya dijelek-jelekkan oleh warga tersebut. “Katanya nggak bisa kendalikan emosi karena masyarakat menjelek-jelekkan kades,” jelas Tenny saat dihubungi.

Baca Juga :  Sinergi KI DKI dan Pemkot Jakarta Barat Perkuat Sistem Informasi Publik yang Akuntabel

Tenny juga meluruskan bahwa ketidakhadiran Kades bukan tanpa alasan. “Kebetulan hari ketiga itu saya memang betul sedang dengan Pak Kades, saya ada kegiatan dengan Kades,” tambahnya.

Meski sempat terjadi kontak fisik, pihak warga menunjukkan kebesaran hati dengan menerima permintaan maaf sang Kadus. Baginya, perdamaian ini adalah jembatan untuk perbaikan pelayanan publik di masa depan agar peristiwa memalukan serupa tidak lagi mencoreng wajah Desa Rawapanjang.

“Saya maafkan atas kejadian kemarin. Semoga tidak terjadi lagi di Desa Rawapanjang ke depannya,” ungkap warga tersebut dengan nada lega.

Baca Juga :  Harapan Ganda Campuran Indonesia Kandaskan di Japan Open, Jepang Kuasai Lapangan

Menurut Tenny, mediasi ini sekaligus meluruskan motif di balik perselisihan tersebut. “Jadi memang satu masyarakat kesal, karena memang dia motifnya ingin memviralkan seolah-olah pemdes ini tidak bisa melayani, memang sudah niat ingin merekam, Pak Kadus nggak terima direkam,” terangnya.

Kini, riuh konflik di Rawapanjang telah berganti dengan kesepakatan damai. Kasus ini menjadi pengingat bagi aparatur desa di Bojonggede untuk lebih mengedepankan kesabaran dalam menghadapi kritik, serta menjadi pelajaran bagi warga dalam menyampaikan aspirasi secara lebih konstruktif.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com