Gelombang Panas Ekstrem Melanda Australia Tenggara, Ancaman Kebakaran Hutan Semakin Meningkat

0
Australia
Ilustrasi menara-menara tinggi di CBD Melbourne. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MELBOURNE – Wilayah tenggara Australia kini tengah berada dalam cengkeraman gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor. Pada Selasa (27/1/2026), Melbourne diprediksi menghadapi hari terpanasnya dalam 17 tahun terakhir dengan merkuri yang diperkirakan menyentuh angka 45’C

Sengatan suhu yang nyaris tak tertahankan ini membawa ancaman nyata bagi keselamatan warga. Biro Meteorologi Australia memperingatkan bahwa puncak gelombang panas akan berlangsung hingga Rabu, memicu risiko kebakaran hutan (karhutla) yang sangat tinggi di seluruh negara bagian Victoria.

Kondisi kritis saat ini terpusat di kawasan Otways, Victoria. Kebakaran yang menyebar cepat dilaporkan telah melahap sekitar 10.000 hektare lahan. Otoritas darurat tidak mengambil risiko bersama petugas telah mengetuk 1.100 pintu rumah dan mengirim 10.000 pesan singkat untuk mendesak warga segera mengungsi.

Baca Juga :  Laga Perdana Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025, Hadapi Iran

Kekhawatiran utama petugas bukanlah sekadar suhu tinggi, melainkan pergerakan angin yang liar.

“Perubahan cuaca sekitar pukul 5 sore dengan angin yang sangat kencang kemungkinan akan menyebabkan kerusakan paling besar dan mendorong api lebih jauh,” ujar Kepala Petugas Otoritas Kebakaran Pedesaan, Jason Heffernan, kepada ABC News.

Baca Juga :  Musim Dingin Australia Bernuansa Putih Salju, Ini 5 Gunung yang Harus Kamu Kunjungi

Jika Melbourne terasa membakar, kota-kota di pedalaman Victoria justru menghadapi situasi yang lebih ekstrem. Kota kecil Ouyen, misalnya, diprediksi akan ‘mendidih’ dengan suhu mencapai 49’C

Keheningan melanda jalanan kota saat warga memilih bersembunyi di balik bayang-bayang rumah mereka. Nathan Grayling, seorang tukang daging lokal, menggambarkan upaya bertahan hidup di tengah panas yang menyengat.

“Kami akan berusaha menjaga toko tetap gelap dan sejuk sebisa mungkin. Jika semuanya sudah selesai, kami mungkin pulang lebih awal dan pergi ke pub lokal untuk minum bir,” ujarnya kepada ABC Radio.

Baca Juga :  Hilangkan Bekas Jerawat dengan 5 Manfaat Kombucha Ini, Yuk Coba!

Gelombang panas ini pun memaksa turnamen tenis Grand Slam Australian Open untuk beradaptasi. Penyelenggara mulai menerapkan protokol panas ekstrem, termasuk menutup atap stadion dan menunda sejumlah pertandingan kursi roda hingga Rabu demi keselamatan atlet.

Hingga saat ini, pemerintah Victoria telah memberlakukan larangan total pembakaran di seluruh wilayah. Warga diminta tetap waspada dan memantau kanal informasi darurat seiring dengan pergerakan api yang dipicu oleh angin kencang di sore hari.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com