Barcelona Resmi Mundur dari Proyek Super League, Tinggalkan Real Madrid Sendiri di Tengah Ketidakpastian

0
Barcelona
Barcelona seleberasi berpelukan atas kemanangan.Foto : jawapos.com

NARASITODAY.COM, BARCELONA – Ambisi besar untuk merombak tatanan sepak bola Eropa kini berada di titik nadir. Barcelona secara resmi mengumumkan pengunduran diri mereka dari proyek European Super League (ESL) pada Sabtu (7/2/2026). Keputusan ini meninggalkan Real Madrid sebagai satu-satunya klub yang masih bertahan di kapal yang hampir karam tersebut.

Langkah mengejutkan ini menandai berakhirnya aliansi dua raksasa Spanyol yang selama ini menjadi benteng terakhir ESL. Proyek yang digagas sebagai tandingan Liga Champions milik UEFA tersebut kini kehilangan basis dukungannya setelah satu per satu anggota pendirinya berguguran.

Baca Juga :  Raphinha Cetak Gol Penentu Penalti di Menit Akhir, Barcelona Geser Real Madrid di Klasemen

Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengisyaratkan adanya perubahan haluan strategis klub. Ia menegaskan bahwa Blaugrana kini telah menyusun rencana mandiri untuk mendongkrak pendapatan dan prestasi, tanpa harus bergantung pada struktur Super League yang penuh kontroversi.

Dalam keterangan tertulisnya, pihak klub menegaskan posisi mereka secara hukum dan organisasional.

“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League,” bunyi pernyataan resmi klub tersebut.

Baca Juga :  Benzema Siap Pensiun di 2025, Rencana Kembali ke Real Madrid Mengemuka

Sejak diumumkan pada April 2021, Super League sejatinya dirancang untuk memberikan kendali finansial mutlak kepada 12 klub elite pendiri, termasuk Juventus dan raksasa Liga Inggris. Namun, proyek ini justru memicu “gempa bumi” di kalangan suporter dan otoritas sepak bola dunia karena dianggap mencederai nilai sportivitas.

Hanya dalam waktu 48 jam setelah peluncuran, sembilan klub langsung menyatakan mundur. Juventus kemudian menyusul langkah tersebut beberapa waktu lalu, hingga akhirnya Barcelona memilih untuk menutup buku pada hari ini.

Baca Juga :  Jay Idzes Ungkap Kekecewaan Usai Pertandingan: “Kami Layak Menang Melawan Bahrain”

Kini, mata dunia tertuju pada Santiago Bernabeu. Dengan pengunduran diri Barcelona, Real Madrid praktis berdiri sendirian di garda depan kompetisi yang awalnya diharapkan menjadi revolusi sepak bola modern.

Tanpa adanya lawan tanding yang setara di dalam organisasi, masa depan Super League kini dipenuhi tanda tanya besar. Apakah Florentino Perez akan tetap melangkah sendirian, atau ini akan menjadi babak terakhir dari drama yang sempat mengguncang dunia sepak bola tersebut? Kita tunggu saja.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com