NARASITODAY.COM, JAKARTA – Waduk Gajah Mungkur disebut hanya memiliki sisa usia sekitar lima tahun lagi akibat sedimentasi yang semakin parah serta keterbatasan usia efektif bendungan. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Waduk Gajah Mungkur pada 2025 lalu.
Menurut Dody, bendungan yang mulai beroperasi sejak 1981 tersebut memiliki usia efektif sekitar 50 tahun. Dengan demikian, masa produktif Waduk Gajah Mungkur diperkirakan hanya bertahan hingga sekitar 2031.
Pernyataan tersebut didasari kondisi sedimentasi yang cukup serius di area waduk. Endapan material padat di sekitar dinding waduk terus meningkat akibat erosi, sehingga mengurangi kapasitas tampung air. Dody menjelaskan, waduk ini awalnya mampu menampung lebih dari 500 juta meter kubik air, namun pada 2025 kapasitasnya menyusut menjadi sekitar 340 juta meter kubik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian PU menyiapkan sejumlah langkah guna memperpanjang usia Waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan closure dike atau tanggul penutup untuk menahan sedimentasi.
Melalui sistem tersebut, diharapkan volume tampung air waduk dapat tetap terjaga. Dody menambahkan, apabila endapan sedimen terus meningkat, maka diperlukan pembangunan closure dike tambahan agar kapasitas waduk tidak terus berkurang. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengalihkan aliran Sungai Keduang ke closure dike sehingga sedimen tertahan di area tersebut, sementara air yang lebih bersih dialirkan ke bendungan utama.
Sementara itu, kondisi Waduk Gajah Mungkur pada 2026 masih terpantau normal dan tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan waduk juga menawarkan pemandangan alam yang menarik dengan hamparan air luas dan lingkungan hijau yang asri.
Waduk ini masih ramai dikunjungi warga, terutama untuk bersantai bersama keluarga atau menikmati suasana sore hari. Bahkan, pada libur Natal dan Tahun Baru 2026, ribuan wisatawan tercatat datang untuk menikmati panorama waduk, udara sejuk, serta berbagai fasilitas wisata yang tersedia.
Tingginya kunjungan wisatawan tidak lepas dari daya tarik Waduk Gajah Mungkur sebagai lokasi rekreasi keluarga yang mudah diakses dan relatif terjangkau. Aktivitas seperti bersantai di tepi waduk, mencicipi kuliner lokal, hingga berfoto dengan latar alam menjadi pilihan utama pengunjung untuk menghabiskan waktu liburan. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : detiktravel














