30 Tewas Akibat Rekor Hujan Ekstrem di Brasil

0
musim kemarau
Ilustrasi awan mendung.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MINAS GERAIS – Langit di tenggara Brasil seolah tumpah tanpa henti, meninggalkan jejak duka mendalam di negara bagian Minas Gerais. Hingga Selasa (24/2/2026), otoritas setempat melaporkan sedikitnya 30 orang tewas dan 39 lainnya masih dinyatakan hilang setelah hujan deras memicu banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan permukiman.

Dua kota, Juiz de Fora dan Uba, menjadi titik terdalam luka kali ini. Di tengah lumpur dan puing bangunan, sekitar 134 personel pemadam kebakaran bekerja melawan waktu untuk mencari warga yang tertimbun.

Baca Juga :  Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Warga Diminta Tetap Waspada Saat Hujan Deras

“Situasinya genting dan banyak orang masih hilang. Tapi dengan saling membantu, kami berharap bisa menemukan semuanya,” ujar Gabriel Vitor (24), seorang petugas pemadam kebakaran yang berjibaku di lokasi evakuasi.

Rekor Hujan Terburuk dalam Sejarah

Bulan Februari 2026 tercatat sebagai masa paling kelam bagi Juiz de Fora. Balai kota melaporkan bahwa curah hujan tahun ini telah mencapai lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan, menjadikannya bulan terbasah dalam sejarah kota tersebut.

Baca Juga :  Amerika Serikat Ajukan Permintaan Blanket Overflight Clearance ke Indonesia, Kontroversi Mewarnai Hubungan Bilateral

Wali Kota Margarida Salomao tidak menutupi keprihatinannya dengan menyebut situasi saat ini sangat “kritis”. Akibatnya:

  • 440 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
  • Sekolah-sekolah negeri ditutup total.
  • Status Keadaan Darurat (public calamity) resmi ditetapkan oleh pemerintah federal untuk mempercepat bantuan.

Respons Pemerintah dan Peringatan Lanjutan

Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan belasungkawa mendalam melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa seluruh mesin pemerintah pusat kini dikerahkan untuk membantu Minas Gerais pulih.

Baca Juga :  Mitos atau Fakta? 5 Hal Penting Seputar Mandi Setelah Kehujanan

Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah “memastikan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dukungan bagi warga yang mengungsi, serta bantuan rekonstruksi.”

Namun, ancaman belum berakhir. National Institute of Meteorology telah mengeluarkan peringatan merah untuk 14 negara bagian, termasuk Rio de Janeiro. Mengingat Brasil sedang berada di puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Maret, warga diminta tetap waspada terhadap potensi badai petir dan longsor susulan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber