Ruben Onsu Diduga Jadi Korban Penipuan Proyek Pengadaan Mukena

0
Ruben Onsu
presenter kondang Ruben Onsu.Foto : okezone.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Harapan presenter kondang Ruben Onsu untuk meraup berkah bisnis di bulan suci Ramadhan justru berujung pilu. Alih-alih mendapatkan keuntungan dari produksi perlengkapan ibadah, Ruben justru dikabarkan menelan kerugian hingga miliaran rupiah setelah proyek pengadaan mukena yang ia biayai tak kunjung terealisasi.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa dugaan penipuan ini bermula beberapa bulan sebelum Idulfitri. Seorang rekan memperkenalkan Ruben kepada seorang pria bernama Philipus Suprihatin, yang mengeklaim memiliki akses langsung ke pabrik produksi mukena skala besar.

Tergiur Potensi Bisnis Lebaran

Dalam pertemuan tersebut, Philipus berhasil meyakinkan Ruben untuk menjalin kerja sama dengan sistem bagi hasil 60-40. Ruben yang melihat potensi pasar yang besar menjelang Lebaran, akhirnya sepakat untuk menggelontorkan dana investasi dalam jumlah yang sangat fantastis.

Baca Juga :  Isu Bad Blood Dibantah, Ed Sheeran Ungkap Kedekatan Dengan Taylor Swift

“Nilai kontrak dalam perjanjian tersebut Ruben mengatakan lebih kurang Rp5,5 miliar, ya. Cukup tinggi nilai kontraknya,” ujar Minola Sebayang saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (21/4/2026).

Namun, seiring berjalannya waktu, janji-janji manis tersebut mulai menunjukkan retakan. Philipus disebut terus-menerus meminta tambahan dana kepada Ruben dengan berbagai alasan, mulai dari pembiayaan uang muka produksi hingga kebutuhan operasional harian.

Aliran Dana yang Misterius

Meski Ruben telah memenuhi kewajibannya dengan mentransfer sejumlah besar uang ke rekening perusahaan yang telah disepakati di awal, kecurigaan mulai muncul. Dana yang seharusnya menjadi bahan bakar produksi di pabrik diduga tidak pernah sampai ke tujuannya.

Baca Juga :  Mukena Menguning? Ini Cara Mudah Membersihkannya dengan Bahan Rumahan

Minola menjelaskan adanya kejanggalan dalam prosedur operasional yang diklaim oleh Philipus. Pabrik yang bersangkutan ternyata tidak pernah memproses satu pun helai mukena karena tidak ada uang muka yang masuk.

“Pabrik itu akan memproduksi mukena kalau uangnya itu bayar di muka. Jadi artinya tidak ada pabrik itu, dia bilang dia produksi dulu baru dibayar, tapi pabrik selalu ingin ada uang baru mukena diproduksi,” ungkap Minola.

Menghilang Usai Idulfitri

Ketegangan memuncak ketika tenggat waktu produksi yang dijanjikan terus diulur dengan alasan yang tidak jelas. Puncaknya, hingga gema takbir Idulfitri berlalu, mukena yang dinanti-nantikan tersebut tak pernah muncul di hadapan Ruben, apalagi sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga :  Wabup Bogor Dorong Infrastruktur Berbasis Kebutuhan, Proyek Box Culvert Jadi Prioritas

Saat mencoba meminta pertanggungjawaban atas dana miliaran rupiah tersebut, pihak Ruben mendapati kenyataan pahit. Philipus dilaporkan mendadak hilang tanpa jejak dan sulit untuk dihubungi melalui sarana komunikasi apa pun.

Kini, tim hukum Ruben Onsu tengah menelusuri aliran dana yang telah dikirimkan. Penelusuran sementara memperkuat dugaan bahwa uang investasi tersebut “menguap” di tengah jalan dan tidak pernah menyentuh pihak pabrik yang seharusnya mengerjakan proyek tersebut. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kalangan figur publik untuk lebih waspada dalam menjalin kemitraan bisnis berskala besar.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com